Khazanah

12 Adab Murid Terhadap Guru Menurut KH Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim

Avatar
×

12 Adab Murid Terhadap Guru Menurut KH Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim

Sebarkan artikel ini
adab murid terhadap guru
Adab Murid Terhadap Guru Menurut KH Hasyim Asy’ari dalam Kitab Adab al-'Alim wa al-Muta'allim

BARISAN.CO – KH. Hasyim Asy’ari, seorang ulama besar dan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), menekankan pentingnya adab murid terhadap guru.

Perihal adab murid terhadap guru tertuang dalam kitab karyanya yakni kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim. Menjelaskan bahwa, adab merupakan kunci untuk mendapatkan keberkahan ilmu dan mencapai kesuksesan dalam menuntut ilmu.

KH. Hasyim Asy’ari percaya bahwa tanpa adab, ilmu yang diperoleh tidak akan memberikan manfaat yang maksimal. Inilah pentinya seorang murid harus menghormati guru sebagai pembimbing ilmu dan akhlak.

Guru adalah perantara ilmu dari Allah, sehingga penghormatan kepada guru berarti juga menghormati ilmu yang diajarkan dan sumbernya. Menghormati guru mencakup sikap rendah hati, ketulusan, dan keikhlasan dalam belajar.

Murid harus belajar dengan niat yang tulus semata-mata karena Allah, serta menjauhkan diri dari sikap riya’ atau mencari pujian. KH. Hasyim Asy’ari juga menekankan pentingnya sikap rendah hati dan tidak sombong.

Selain itu, murid hendaknya menghindari sikap menyelisihi dan membantah guru tanpa alasan yang jelas. Sebaliknya, murid harus bersikap sopan dan penuh takzim ketika berhadapan dengan guru, bahkan dalam hal perbedaan pendapat.

Menghargai waktu dan kehadiran guru adalah bentuk penghormatan lain yang harus diperhatikan murid. Murid harus datang tepat waktu, tidak meninggalkan pelajaran tanpa izin, dan berusaha hadir secara fisik dan mental dalam setiap kesempatan belajar.

Kebersihan diri dan lingkungan juga menjadi salah satu bentuk adab kepada guru. Murid harus menjaga kebersihan diri, pakaian, dan tempat belajar sebagai bentuk penghormatan kepada guru yang mengajarkan ilmu.

KH. Hasyim Asy’ari juga mengajarkan agar murid selalu mendoakan kebaikan dan kesejahteraan untuk guru. Doa murid yang tulus dapat menjadi sumber keberkahan bagi guru dan mempererat hubungan batin antara murid dan guru.

Setelah memperoleh ilmu dari guru, murid harus mengamalkannya dengan bijak dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah bentuk penghormatan tertinggi kepada guru karena ilmu yang diamalkan menjadi bukti keberhasilan pendidikan yang diberikan.

12 Adab Murid Terhadap Guru Dalam Kitab Adab Al-‘Alim Wa Al-Muta’allim

Berikut ini 12 adab murid terhadap guru menurut KH Hasyim Asyari dalam kitab Adab al-‘Alim wa al-Muta’allim:

1. Murid hendaknya berfikir terlebih dahulu dan meminta petunjuk kepada Allah mengenai kepada siapa dia akan belajar dan mencari Guru.

Bila menentukan satu pilihan, haruslah selalu berakhlak dan beradab sebaik mungkin pada gurunya tersebut. Lebih jelasnya murid harus melakukan istikharah terlebih dahulu dalam menentukan / memlih Guru.

2. Murid agar bersungguh-sungguh dalam mencari seorang guru yang betul-betul menguasai ilmu syari’at dengan sempurna dan sering membahas dan bergaul dengan ulama’ pada zamannya.

3. Murid harus selalu patuh kepada guru dalam berbagai hal dan tidak menentang pendapat dan aturannya.

4. Murid untuk melihat guru sebagai orang yang mumpuni dan profesional, menghormati, takzim dan mengagungkannya, karena hal ini akan membawa kemanfaatan ilmu.

5. Murid harus mengetahui hak-hak guru dan tidak lupa kemulianya. Selalu mendo’akan Guru baik ketika hidup maupun setelah meninggal.