Edukasi

7 Alasan Habibie Masih Dianggap sebagai Presiden Terbaik

Anatasia Wahyudi
×

7 Alasan Habibie Masih Dianggap sebagai Presiden Terbaik

Sebarkan artikel ini
Bacharuddin Jusuf Habibie

Meski singkat, banyak orang yang menganggap Habibie sebagai Presiden terbaik.

BARISAN.CO – Bacharuddin Jusuf Habibie lahir di Parepare pada 25 Juni 1936. Dia adalah anak yang cerdas dan begitu suka membaca buku.

Untuk mengejar mimpinya, Habibie pergi ke ITB (Institut Teknologi Bandung). Kemudian, melanjutkan pendidikan ke Delfth University of Technology. Namun, karena sengketa Irian Barat antara Indonesia dan Belanda, Habibie dipindahkan ke RWTH Aachen University di Jerman mengambil jurusan konstruksi pesawat terbang.

Setelah itu, Habibie menyelesaikan gelar tekniknya (Diplom-Ingenieur) pada tahun 1960 dan tinggal di Aachen sebagai asisten peneliti sembari menyelesaikan gelar doktoralnya.

Pasca menyelesaikan pendidikan, Habibie menerima banyak tawaran pekerjaan. Dia akhirnya menerima satu tawaran di perusahaan penerbangan Jerman Messerchmitt-Bolkow-Blohm (MBB).

Karirnya melesat setelah mengembangkan Airbus A300B. Tak lama setelahnya, Habibie dipromosikan menjadi wakil presiden perusahaan.

Teorinya yang paling terkenal dari Habibie adalah tentang titik retakan pesawat terbang, “Mr.Crack”. Teori ini juga masih digunakan dalam penelitian pesawat.

Di tahun 1992, Habibie mendapatkan Penghargaan Von Karman, yang merupakan salah satu penghargaan paling bergengsi di industri dirgantara.

Habibie kemudian diminta kembali ke Indonesia oleh Soeharto. Pada Maret 1978 hingga Mei 1998, Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi yang menggantikan Sumitro Djojohadikusomo. Kemudian, setelah itu, 1998, Soeharto memintanya menjadi Wakil Presiden Indonesia ke-7.

Kurang lebih tiga bulan setelahnya, Habibie menggantikan Soeharto setelah mengundurkan diri dari jabatannya yang telah dia kuasai selama 31 tahun.

Namun, masa jabatan Habibie sebagai Presiden terbilang paling singkat di Indonesia. Meski singkat, beberapa orang memandangnya sebagai Presiden terbaik yang Indonesia miliki hingga saat ini dengan berbagai alasan.

Berikut adalah beberapa kemungkinan alasan mengapa masyarakat menganggap Habibie sebagai presiden terbaik:

  1. Demokratisasi. Habibie berkuasa setelah jatuhnya rezim otoriter Suharto dan memainkan peran penting dalam mempromosikan reformasi politik dan sosial di Indonesia. Dia mencabut pembatasan pers, membebaskan tahanan politik, dan mengizinkan pembentukan partai politik baru.
  2. Keahlian teknokratis. Habibie adalah seorang insinyur melalui pelatihan dan memiliki latar belakang sains dan teknologi yang kuat. Sebagian orang mungkin memandang keahlian teknokratisnya sebagai aset dalam memodernisasi infrastruktur Indonesia dan mendorong inovasi teknologi.
  3. Hubungan Internasional. Habibie berupaya meningkatkan hubungan Indonesia dengan negara lain, khususnya dengan negara tetangga di Asia Tenggara. Dia memainkan peran kunci dalam menyelesaikan konflik di Timor Timur dan dikenal karena upayanya untuk mempromosikan kerja sama regional.
  4. Pendidikan. Habibie menjadikan pendidikan sebagai prioritas selama masa kepresidenannya, dengan fokus pada peningkatan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia dan mempromosikan pendidikan sains dan teknologi.
  5. Kebijakan ekonomi. Kebijakan ekonomi Habibie berfokus pada pengurangan ketergantungan Indonesia pada bantuan luar negeri dan memajukan industri lokal. Dia memperkenalkan kebijakan untuk mempromosikan usaha kecil dan menengah dan mendorong investasi asing di Indonesia.
  6. Kualitas pribadi. Habibie sering dikenang karena kualitas pribadinya, termasuk kepribadiannya yang hangat, selera humor, dan kecerdasannya. Banyak orang Indonesia memandang Habibie sebagai pemimpin patriotik dan visioner yang sangat peduli pada negara dan rakyatnya.
  7. Inovasi teknologi. Latar belakang Habibie dalam sains dan teknologi membuatnya mengutamakan inovasi dan modernisasi teknologi selama masa kepresidenannya. Dia memperkenalkan kebijakan untuk mempromosikan penelitian dan pengembangan ilmiah dan bekerja untuk meningkatkan infrastruktur Indonesia, termasuk pembangunan jalan tol dan bandara.

Bukan hanya itu saja, kisah cinta Habibie dengan Ainun juga sangat menginspirasi, bahkan diangkat sebagai film.

Tentu saja, pendapat tentang kepresidenan Habibie terbagi di antara orang Indonesia, dan kemungkinan ada banyak perspektif berbeda tentang warisannya. Namun, secara keseluruhan, banyak orang Indonesia memandang positif Habibie atas kontribusinya dalam mendorong demokrasi, modernisasi, dan inovasi teknologi.