Terkini

Alasan Indonesia Mau Beli Mesin Jet Tempur Bekas Jepang Meski Tak Punya Pesawat F-15

Avatar
×

Alasan Indonesia Mau Beli Mesin Jet Tempur Bekas Jepang Meski Tak Punya Pesawat F-15

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Indonesia dikabarkan sedang merencanakan pembelian mesin jet tempur F-15 milik Angkatan Udara Bela Diri Jepang (JASDF).

Sejumlah media Jepang melaporkan, Pemerintah Jepang dan Indonesia telah menandatangani kesepakatan mengenai transfer alutsista dan teknologi.

Indonesia sendiri sebenarnya tidak memiliki jenis pesawat tempur F-15. Mesin-mesin tersebut rupanya bakal dipasang di jet-jet tempur F-16 Indonesia.

“Rencananya adalah mesin dari F-15 Angkatan Udara militer Jepang tersebut akan dipasang di jet tempur F-16 Indonesia,” demikian laporan Kantor berita Jepang Yomiuri Shimbun, dikutip Kamis (22/6/2023).

Menurut Yomiuri Shimbun, mesin pesawat tempur F-15 dan F-16 memiliki kesamaan, sehingga Tokyo berkesimpulan dapat merespons permintaan Indonesia untuk membeli mesin tersebut.

Namun demikian, ekspor mesin jet tempur ini masih menunggu revisi aturan ekspor persenjataan. Jepang memiliki aturan ekspor senjata yang ketat yang mencegah pengiriman peralatan dan senjata mematikan, termasuk jet tempur.

Koalisi yang berkuasa sedang mendiskusikan kemungkinan merevisi kebijakan pemerintah tentang ekspor senjata. Dengan mempertimbangkan China, pemerintah Jepang bertujuan untuk mencegah situasi apa pun di Indo-Pasifik yang bisa mengubah status quo secara paksa.

Diyakini bahwa dengan mengekspor mesin ini ke Indonesia, Jepang juga ingin menciptakan lingkungan keamanan yang diinginkan untuk dirinya sendiri.

Mesin F-15 Ternyata Buatan Jepang

Jepang sedang mempertimbangkan untuk turut meremajakan jet F-16 Indonesia dengan memasang mesin turbofan Pratt & Whitney F100 bekas dari armada F-15J yang dipensiunkan.

Fitur identik dari mesin F-15 dan F-16 memberi Jepang kesempatan untuk memenuhi permintaan khusus Indonesia tersebut.

Diketahui, ada sekitar 100 jet F-15J JASDF yang berada di ambang pensiun. Berarti setidaknya ada 200 mesin Pratt & Whitney F100 bekas tersedia.

Sebagai informasi, mesin turbofan Pratt & Whitney F100 ini diproduksi di bawah lisensi perusahaan Jepang, IHI Corporation.

Disebutkan, Tim IHI Corporation sedang mempertimbangkan berbagai kemungkinan untuk mesin ini, termasuk potensi mengekspornya ke negara lain.

Kiprah F-16 di Indonesia

Sudah lebih dari 30 tahun pesawat tempur F-16 Fighting Falcon membantu para penerbang tempur (fighters) Angkatan Udara dalam mengawal dirgantara Indonesia. Hingga saat ini ada 33 pesawat F-16 yang masih dimiliki Indonesia.

Menilik sejarah, momen pendaratan perdana pesawat F-16 di Indonesia terjadi pada tahun 1989. TNI AU dalam akun Instagram @militer.udara, menjelaskan, hadirnya pesawat tempur ini dilakukan melalui sebuah proyek “Bima Sena” yang diketuai oleh Marsma TNI Sudjatio Adi.

Melalui proyek tersebut, Indonesia dilaporkan membeli 12 unit pesawat F-16 Fighting Falcon buatan General Dynamics/Lockheed Martin Aircraft System, Amerika Serikat.