Ekonomi

Amerika Dukung Pasar Kopi Indonesia yang Lestari dan Berkelanjutan

Yayat R Cipasang
×

Amerika Dukung Pasar Kopi Indonesia yang Lestari dan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

Inisiatif Jail House Coffee diimplementasikan melalui Pelestarian Budaya, Pemberdayaan Ekonomi, Praktik Pertanian Berkelanjutan, Produk Unik dan Berkualitas Tinggi, Promosi Pariwisata, dan Kolaborasi Internasional.

BARISAN.CO – Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Rosan Roeslani menyatakan Indonesia menjadi salah satu produsen kopi terbesar dunia. Indonesia merupakan eksportir kopi papan atas di pasar internasional salah satunya karena memiliki tujuh karakteristik kopi.

“Amerika Serikat merupakan tujuan utama ekspor kopi nasional pada 2022, dengan volume mencapai 55,75 ribu ton atau 12,84% dari total ekspor nasional. Nilai ekspor kopi ke AS mencapai US$268,04 juta,” kata Rosan seperti dikutip Barisan.co, dari akun resminya @rosanroeslani, Sabtu (15/7/2023).

“Karenanya senang sekali saat menerima kunjungan dan diskusi dengan Robert Flam, pemilik Jail House Coffee yang didirikan di Queens, New York,” kata Rosa.

Menurut Rosan, Jail House Coffee menggunakan biji kopi spesial (specialty coffee) dari seluruh dunia, termasuk campuran organik dan fair-trade dari Kopi Sumatera.

Dalam diskusi tersebut, kata Rosan, Robert Flam menyampaikan dukungannya untuk membuka lebih besar peluang kopi Indonesia di pasar AS dan internasional.

“Inisiatif Jail House Coffee diimplementasikan melalui Pelestarian Budaya, Pemberdayaan Ekonomi, Praktik Pertanian Berkelanjutan, Produk Unik dan Berkualitas Tinggi, Promosi Pariwisata, dan Kolaborasi Internasional,” ujar mantan Ketua Umum KADIN ini.

Rosan menyambut baik dukungan tersebut karena Indonesia perlu secara konsisten mempromosikan kopi Indonesia sebagai ekspor produk unggulan. Dan juga memastikan dapat memenuhi permintaan pasar khususnya di AS sebagai negara tujuan ekspor terbesar kedua Indonesia.

“Selain juga sebagai upaya meningkatkan dan mempertahankan ekspor nonmigas produk Indonesia dengan memenuhi standar yang ditetapkan pasar AS, seperti perdagangan adil (fair trade) dan keberlanjutan (sustainability),” katanya.