Ekonomi

Analisa Profitabilitas Perbankan: ROA Kembali Membaik Meski Tantangan Pandemi dan Fluktuasi BI Rate

Beta Wijaya
×

Analisa Profitabilitas Perbankan: ROA Kembali Membaik Meski Tantangan Pandemi dan Fluktuasi BI Rate

Sebarkan artikel ini

ROA merupakan rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efisien suatu bank dalam menghasilkan keuntungan dari capaian total asetnya. Perbankan mampu tunjukkan hasil positif.

BARISAN.CODalam mengukur kesehatan dan performa pencapaian profit suatu bank, salah satu indikator yang sering menjadi perhatian adalah Return on Assets (ROA). ROA merupakan rasio profitabilitas yang mengukur seberapa efisien suatu bank dalam menghasilkan keuntungan dari total aset capaiannya. Tulisan ini, membahas perjalanan ROA Bank Umum, yang selalu tangguh hadapi tantangan pandemi dan fluktuasi BI Rate, mampu menunjukkan hasil positif.

Pada bulan November 2023, ROA Bank Umum mencapai angka sebesar 2.72%, menunjukkan peningkatan yang signifikan dari pada satu tahun sebelum pandemi. Pada tahun 2019, ROA berada di level 2.47%, namun selama pandemi di tahun 2020, pertumbuhan ROA melambat drastis menjadi 1.59%.

Selanjtnya, sejak tahun 2021 hingga saat ini, laju pertumbuhan ROA kembali tumbuh positif. Peningkatan ini teratribusi kepada porsi laba yang semakin naik, sehingga menciptakan fondasi kuat untuk performa keuangan bank.

Sementara itu laba sebelum pajak di bulan November 2023, berhasil tercapai sebesar 301.196 miliar, dan menunjukkan pertumbuhan sebesar 19.29% YoY. Meskipun pertumbuhan ini cenderung lebih rendah daripada periode yang sama pada tahun 2022, yang mencapai 41.59%. Namun angka tersebut tetap mencerminkan kinerja yang solid karena pertumbuhannya lebih besar dari pada setahun sebelum pandemi.

Pertumbuhan laba sebelum pandemi pada tahun 2019 tercatat sebesar 4.28%, sedangkan selama pandemi di tahun 2020, pertumbuhan laba sebelum pajak mengalami kontraksi drastis hingga -30.98%, mencapai angka 134.529 miliar dari 194.916 miliar pada tahun 2019.

Pengaruh BI Rate Terhadap Performa Laba

Dalam membahas fluktuasi laba Bank Umum, tidak dapat terpungkiri dari pengaruh kebijakan suku bunga BI Rate. Hingga Oktober 2023, BI Rate tetap bertahan di level 6% sampai saat ini. Kondisi ini memberikan dampak terhadap laju laba yang cenderung lebih rendah daripada dengan tahun 2022.

Meskipun tantangan global seperti pandemi, Bank Umum berhasil menunjukkan kekuatan dalam menjaga performa keuangannya dan profitabilitasnya. Peningkatan ROA dan pertumbuhan laba yang stabil mencerminkan kebijakan manajemen yang bijaksana dan adaptasi terhadap perubahan kondisi ekonomi. Sementara itu, kebijakan BI Rate tetap menjadi faktor yang signifikan dalam membentuk arah pertumbuhan laba bank.

Dengan demikian, prestasi Bank Umum yang tetap kokoh di tengah ketidakpastian ekonomi memberikan optimisme bagi pelaku pasar. Selain itu, terhadap pemangku kepentingan untuk menantikan perkembangan lebih lanjut di masa depan. [Yat]