Politik & Hukum

Anies: Data & Pendapat Ilmuwan Harus Jadi Landasan Mengambil Kebijakan

Avatar
×

Anies: Data & Pendapat Ilmuwan Harus Jadi Landasan Mengambil Kebijakan

Sebarkan artikel ini
Ilmuwan
Ilustrasi: Instagram/@aniesbaswedan.

Anies ingin agar proses pengambilan kebijakan punya landasan keilmuan.

BARISAN.CO Ketika ditanya peserta Silaknas ICMI di Hotel Four Point by Sheraton, Makassar, pada Minggu (5/11/2023), Anies Baswedan menekankan peran krusial dari ilmuwan dalam proses pembuatan kebijakan yang diambil oleh pihak berwenang.

Capres dari Koalisi Perubahan ini menggarisbawahi pentingnya pengetahuan ilmiah, riset yang valid, dan data. Pengalamannya selama memimpin Jakarta selama 5 tahun (2017-2022) mencerminkan pendekatan ini.

Anies mengamati bahwa dalam beberapa waktu terakhir, pendekatan teknokratik telah agak dilupakan dalam menyusun kebijakan. Sebaliknya, pemerintah justru lebih mengedepankan proses politik.

Baginya, manajemen, termasuk sistem pemerintahan, terdiri dari tiga aspek utama: pertama, “power” atau politik; kedua, “policy” atau kebijakan; ketiga, “political economy,” yang melibatkan siapa yang mendapatkan apa, kapan, dan seberapa banyak.

Anies merasa bahwa saat ini, urutan prioritas dalam ketiga aspek ini telah bergeser, dengan politik lebih mendominasi daripada kebijakan. Oleh karena itu, ia menganggap bahwa ilmu pengetahuan harus kembali menjadi panduan utama dalam perumusan kebijakan di masa depan.

Anies juga menegaskan bahwa pandemi COVID-19 yang dimulai pada awal tahun 2020 telah menjadi pengingat penting tentang peran ilmu pengetahuan dalam pengambilan kebijakan. Saat penyakit ini menyebar, ketidakpastian yang tiba-tiba muncul, dan para pemimpin di seluruh dunia diuji. Anies percaya bahwa dalam situasi seperti itu, ilmuwan harus dijadikan pedoman utama.

Selama masa jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies berusaha untuk mengambil kebijakan dengan merujuk pada penelitian ilmiah dan mengakui pentingnya pendapat ilmuwan. Namun, ia juga menyaksikan beberapa pemegang kekuasaan yang lebih tinggi, seperti pemerintah pusat dan para menteri, tidak selalu mengikuti rekomendasi yang diberikan oleh ilmuwan.

Anies berpendapat bahwa ke depannya, penting untuk menghormati pengetahuan ilmiah dan teori. Pemimpin tidak boleh lagi meremehkan aspek “teori” dengan menganggap hanya “praktik” yang penting.

Pernyataan Anies ini diperkuat oleh Irma Hidayana, pendiri Lapor Covid dan konsultan kesehatan publik, yang mencatat bahwa Anies sebagai gubernur selalu mendengarkan hasil riset dan serius dalam mengambil tindakan sebagai tanggapan atas hasil penelitian.

Selama proses riset, Anies juga aktif mendorong bawahannya untuk menjalankan riset dan studi tentang COVID-19 dengan baik. Menurut Irma, kesuksesan Pemprov DKI dalam menangani pandemi COVID-19 merupakan bukti nyata akan pentingnya memiliki pemimpin yang mampu menggerakkan serta mendengarkan. [dmr]