Tokoh & Peristiwa

Awal Mula Perkawanan M. Chozin Amirullah dengan Anies Baswedan

Anatasia Wahyudi
×

Awal Mula Perkawanan M. Chozin Amirullah dengan Anies Baswedan

Sebarkan artikel ini

Meski keduanya lulusan UGM, Chozin dan Anies tidak sempat bertemu. Lalu, bagaimana kisah Chozin bisa dekat dengan Anies?

BARISAN.CO – M. Chozin Amirullah dikenal memiliki kedekatan khusus dengan Anies Baswedan. Namun, semuanya bukan bermula saat keduanya kuliah di UGM (Universitas Gadjah Mada).

Sebab, saat Chozin masuk UGM, Anies telah kuliah di Amerika. Namun begitu, Chozin sudah tahu siapa Anies. Terlebih karena Anies memang terkenal di kampus sebagai aktivis dan ketua berbagai gerakan mahasiswa.

Kebetulan pula, Chozin kenal dengan saudara kandung Anies. Almarhum Ridwan Baswedan yang menjadi Ketua BEM di UII dan Abdillah Baswedan yang kuliah di UGM juga.

Meski tidak bertemu, Chozin kenal dengan adik dan keluarga Anies. Cerita-cerita tentang saat itu menjadi inspirasi banyak mahasiswa termasuk Chozin.

Pascalulus dari UGM, Chozin melamar beasiswa ke Amerika. Dia diterima di Ohio State University. Saat itu, Chozin mendengar kabar Anies telah lulus dan kembali ke Tanah Air.

Saat Anies bekerja di The Indonesia Institute, Chozin datang ke Jakarta untuk menemuinya di kantor. Chozin memperkenalkan diri dan menyampaikan bahwasanya dia dapat beasiswa ke Amerika.

Pertemuannya dengan Anies itu begitu berkesan. Selain disambut dan diperlakukan dengan baik, saat hendak pergi, Anies mengantarkan Chozin bukan hanya ke depan ruangan, melainkan hingga depan pintu lift dan dipersilakan.

Sebelum memasuki lift, Anies bertanya kepadanya, “Zin, kamu sudah punya koper belum untuk ke sana?” Chozin pun menjawab belum.

Kemudian, Anies memintanya datang hari Minggu ke rumahnya dan diberikan sebuah alamat. Chozin mengatakan, waktu itu, Anies masih mengontrak di daerah Lebak Bulus.

“Pas hari Minggu, saya datang ke alamat rumah kontrakannya, jadi ternyata sampai di rumah, sudah disiapin sama ibu Ferry (Farhati). Walau nggak pernah ketemu, tetapi ibu Ferry sudah seperti familiar saja,” kata Chozin kepada Barisanco beberapa waktu yang lalu di Jakarta.

Ferry, istri Anies, kata Chozin sudah menyiapkan tiga koper ukuran besar. Saking besarnya, Chozin menyampaikan, satu orang bisa masuk ke dalam koper tersebut.

“Saya kalau telungkup gitu masuk karena rupanya, koper itu yang dipakai selama di Amerika dan pulang ke Indonesia,” tuturnya.

Setelah itu, Chozin membawa koper tersebut. Selain koper, Anies ternyata menitipkan souvenir untuk diberikan kepada teman-temannya di Amerika.

Amanat itu Chozin tunaikan. Begitu menginjakkan kaki di Amerika, Chozin langsung memberikan souvenir itu kepada orang-orang yang dituju.

Belakangan ini, Chozin baru memahami, istilah souvenir itu sebagai kode.

“Mungkin bahasa pesan saja, ‘saya punya adik angkatan Chozin, tolong diperhatikan’. Saya menangkap itu karena memang orang yang dikasih souvenir dari mas Anies memang memberikan perhatian khusus ketika saya di Amerika,”‘ jelasnya.

Anies dan Chozin sangat akrab. Bukan hanya dengan Anies, namun juga keluarganya semacam ada kedekatan khusus.

Selesai sekolah, secara tidak sengaja, kantor pertama Chozin sama dengan Anies di The Indonesian Institute. Saat itu, Anies merupakan Direktur Riset, sedangkan Chozin menjabat sebagai salah satu staf untuk koordinator penelitinya. Namun demikian, tidak ada direct langsung antar keduanya, hanya sebatas teman sekantor.