Berita

Belajar Pendayagunaan Ziswaf untuk Pendidikan, Harun Masykur: LPI DD Sudah Berpengalaman

Alfin Hidayat
×

Belajar Pendayagunaan Ziswaf untuk Pendidikan, Harun Masykur: LPI DD Sudah Berpengalaman

Sebarkan artikel ini
pendayagunaan ziswaf
Daarut Tauhid (DT) Peduli Bandung berkunjung ke Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD).

BARISAN.CO – Pendayagunaan ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf) dalam bidang pendidikan memiliki peran penting dalam memajukan sektor ini. Pertama, zakat dapat digunakan untuk menyediakan beasiswa dan bantuan pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu.

Dengan pendayagunaan zakat, anak-anak yang berpotensi tetapi terkendala secara ekonomi dapat memperoleh akses ke pendidikan yang layak, membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan kualitas hidup dan kontribusi positif terhadap masyarakat.

Infak dan sedekah juga berperan dalam mendukung pendidikan. Infak dapat diarahkan untuk membangun fasilitas pendidikan seperti sekolah, perpustakaan, dan laboratorium, yang dapat meningkatkan lingkungan belajar.

Sedekah dapat digunakan untuk pengadaan buku, seragam, dan peralatan sekolah bagi siswa yang membutuhkan. Dengan demikian, keterlibatan masyarakat dalam memberikan infak dan sedekah dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.

Sementara itu, wakaf menjadi instrumen yang strategis untuk berkelanjutan dalam pendidikan. Tanah atau bangunan yang diwakafkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendidikan, seperti gedung sekolah atau pusat pelatihan.

Pendayagunaan wakaf tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak berkelanjutan dalam memastikan ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai untuk generasi mendatang.

Dengan demikian, integrasi zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam pendidikan adalah langkah yang strategis untuk meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di masyarakat.

Pendidikan merupakan salah satu pilar dari program Dompet Dhuafa. LPI DD sebagai salah organ Dompet Dhuafa yang berfokus pada pendidikan telah berpengalaman dalam kurun waktu 20 tahun mengelola berbagai programnya.

Guna mendalami pengelolaannya, tim Daarut Tauhid (DT) Peduli Bandung berkunjung ke Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD).

Dalam kunjungan kali ini Program Director DT Peduli, Harun Masykur mengungkapkan ketertarikan untuk belajar lebih dalam terkait LPI DD terutama pendayagunaan Ziswaf.

“LPI DD sudah berpengalaman cukup lama mengelola dunia pendidikan marginal, programnya pun sangat banyak. Jadi kami tertarik untuk belajar lebih banyak tentang pengelolaan program-programnya” Ucap Harun dalam sambutannya, Kamis (1/2/2024)

Bayu Candra Winata, manajemen LPI DD menyambut hangat kehadiran dari DT Peduli. Bayu menyampaikan tentang dinamika pengelolaan program pendidikan pastinya memiliki banyak tantangan dan LPI DD terus berinovasi untuk menjawab tantangan tersebut.

“LPI DD terus bertransformasi dan berinovasi untuk menjawab tantangan dunia pendidikan. Saat ini ada 11 program utama mulai dari tingkat dasar, menengah, tinggi, pengembangan guru serta literasi. Dalam pengelolaannya LPI DD berpedoman pada standardisasi ISO 9001:2015 sehingga kualitas program terjaga” papar Bayu.

Menambahkan paparan Bayu, Eko Sriyanto dan Budiyanto selaku manajemen LPI DD juga menyampaikan berbagai ikhtiar LPI DD untuk mewujudkan model pendidikan berkualitas diantaranya terkait budaya riset program, manajemen SDM, pengelolaan keuangan, serta praktik baik yang telah dilakukan LPI DD selama kurang lebih 2 dekade.