Kontemplasi

Benteng Yahudi Khaibar

Ardi Kafha
×

Benteng Yahudi Khaibar

Sebarkan artikel ini
khaibar
Ilustrasi foto: Pexels.com/Mahmud KARA

KHAIBAR merupakan wilayah subur di utara Madinah, sekitar 165 km, yang dihuni orang-orang Yahudi. Sebenarnya sikap bermusuhan kaum Yahudi Khaibar ini baru muncul semenjak hadir orang-orang Yahudi Bani Nadhir.

Kita baca, kaum Yahudi Bani Nadhir diusir Nabi Saw. dari Madinah sebagai hukuman atas aneka pengkhianatan mereka. Dan sebagian besar mereka ini menyebar ke Khaibar.

Dan tokoh-tokoh Bani Nadhir, setelah gagal menghimpun pasukan besar gabungan Quraisy dan Ghathafan, serta lenyapnya Yahudi Bani Quraizhah, mulai menghasut dan memperburuk citra Rasulullah Saw. di Khaibar.

Nabi Muhammad Saw. sadar akan hal ini. Bahwa arah selatan di mana ada kaum Musyrik Makkah, tapi relatif terkendali dengan Perjanjian Hudaibiah. Namun, tidak demikian dari utara, selagi masih ada orang-orang Yahudi Bani Nadhir yang berdiam di Khaibar.

Belum lagi sekiranya kaum Yahudi itu menjalin kerjasama dengan penguasa Byzantium atau Persia yang tidak jauh dari mereka.

Maka, teramat sangat logislah Nabi Saw. mengarahkan langkah menuju Khaibar yang merupakan benteng terakhir orang-orang Yahudi di Jazirah Arab.

Dan perlu dicermati, semua peperangan yang Rasulullah Saw. lakukan sebelumnya selalu sebagai langkah defensif dari pihak Islam. Semua perang dilakukan demi eksistensi kaum Muslim menangkal serangan musuh.

Namun, sebagaimana diuraikan Sayyid Al-Qimni, Perang Khaibar adalah perang pertama yang dicetuskan Nabi Saw. untuk menyerang kaum Yahudi yang mendiami kawasan Khaibar secara tiba-tiba.

Seusai shubuh, Rasulullah Saw. menggedor benteng kelompok pertama Khaibar. Di Khaibar terdapat tiga kelompok benteng kukuh yang membujur dari selatan ke utara dan diselingi oleh pepohonan kurma dan pohon-pohon yang lain.

Kelompok pertama, an-Nathat terdiri dari tiga benteng, yakni Benteng Na’im, Benteng ash-Sha’ab, dan Benteng Qillat. Kelompok kedua, asy-Syiq terdiri dua benteng, Benteng Abi dan Benteng al-Bari’. Dan kelompok ketiga, al-Katibah yang terdiri tiga benteng, Benteng al-Qamush, Benteng al-Wathih, dan Benteng al-Sulalim.  

Benteng-benteng itu sengaja dibikin untung menangkis serangan mendadak dari kaum Badui, karena memang Khaibar merupakan tanah perkebunan yang berada di tengah orang Badui yang kelaparan. Dan selama itu benteng-benteng sangat efektif untuk menangkal serangan orang-orang Arab Badui yang pengin menjarah hasil perkebunan.

Tetapi, kaum Yahudi Khaibar tidaklah sedang menghadapi kaum Badui barbar yang selalu dapat dipatahkan. Mereka tengah berhadapan dengan pasukan Muslim yang teratur dan disiplin. Benteng demi benteng pun jebol oleh kedigdayaan pasukan Muslim.

Benteng asy-Syiq takluk setelah benteng an-Nathat runtuh. Orang-orang Yahudi kabur dan berlindung di benteng terakhir, kelompok benteng al-Katibah yang sangat kukuh. Di situlah warga Khaibar menyangka aman setelah berlindung di balik benteng al-Qamush, benteng al-Wathih, dan benteng al-Sulalim.

Bahkan warga Yahudi itu menolak seruan yang diulang-ulang Rasulullah Saw. untuk keluar dari benteng dan menyerahkan diri. Dan setelah 14 hari pengepungan, Rasulullah Saw. mengeluarkan keputusan yang pertama kalinya dilakukan di negeri-negeri Arab, yakni membuat trebuset atau pelontar batu besar untuk menghancurkan benteng.