Edukasi

Berburuk Sangka Kepada Allah

Lukni Maulana
×

Berburuk Sangka Kepada Allah

Sebarkan artikel ini
berburuk sangka kepada Allah
Ilustrasi foto: Unsplash.com/Meriç Dağlı

BARISAN.CO –  Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berpesan jangan berburuk sangka kepada Allah Swt atau su’udzon. Hal ini menurut beliau sangat penting yang dapat membuka tabir rahasia permasalahan.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah bahwa dosa yang terbesar dalam pandangan Allah Swt adalah berburuk sangka kepada Allah Swt sebab orang yang berburuk sangka kepada-Nya berarti ia mempunya prasangka yang bertentangan dengan kesempurnaan Allah yang maha suci, asma Allah, dan sifat-sifat-Nya.

Karena itulah Allah memberikan ancaman kepada orang-orang yang berburuk sangka kepada-Nya, dengan suatu ancaman yang tidak pernah diberikan kepada yang lain, sebagaima disebutkan dalam firman Allah Swt dalam surah Al-Fath ayat 6:

وَيُعَذِّبَ ٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلْمُشْرِكِينَ وَٱلْمُشْرِكَٰتِ ٱلظَّآنِّينَ بِٱللَّهِ ظَنَّ ٱلسَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ ٱلسَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا

Artinya: “Dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.” (QS. Al-Fath: 6).

Firman Allah Swt di atas menurut Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah Swt menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka . Hal ini merupakan keberuntungan yang besar.

Sementara Allah Swt memberikan azab orang-orang munafik karena telah berprasangka buruk terhadap Allah Swt. Lebih lanjut Ibnu Katsir menjelaskan, mereka akan mendapat kebinasaan yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahanam.

Salah satu bentuk berburuk sangka kepada Allah Swt kepada Allah Swt dengan mengingkari salah satu sifat dari sifat-sifatnya. Allah Swt berfirman dalam surah Al-Fussilat ayat 23:

وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ ٱلَّذِى ظَنَنتُم بِرَبِّكُمْ أَرْدَىٰكُمْ فَأَصْبَحْتُم مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Artinya: “Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Al-Fussilat: 23).

Oleh karena itu seorang hamba hendaknya senantiasa mengagungkan Allah Swt dengan penuh kerendahan dan ketundukan. Hanya Allah Swt yang berhak diagungkan, dihormati, disembah dengan cara merendahkan diri.

Maka suatu kezalaiman yang sangat besar apabila seorang hamba membeirkan haknya kepada selain Allah Swt atau menyekutukannya. Seorang penyait berkata, “Wahai orang yang menyusu air susu ibu. Kau telah bersumpah dengan susu seorang pembantu. Sebagai pengganti yang tidak mungkin terpisahkan.” [Luk]