Kesehatan

Berencana Tidur Sepanjang Akhir Pekan? Please, Jangan!

Anatasia Wahyudi
×

Berencana Tidur Sepanjang Akhir Pekan? Please, Jangan!

Sebarkan artikel ini

Tuntutan dunia terkadang merampas waktu istirahat kita yang akhirnya membuat kita kurang tidur.

BARISAN.CO – Dunia seolah menuntut kita untuk tetap sibuk setiap hari. Mau tidak mau tuntutan inilah yang memaksa kita untuk memangkas waktu tidur sepanjang hari.

Pada akhirnya, sulit mencapai gaya hidup sehat minimal menikmati waktu tidur yang cukup. Terkadang, kita mungkin berpikir “Tidak apa-apa, masih ada weekend untuk membalas dendam waktu tidur kita yang terampas”.

Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan, mengganti waktu tidur selama akhir pekan, tidak akan menggantikan tidur yang hilang sebelumnya. Penulis studi menjelaskan, banyak bukti yang menunjukkan, kurang tidur terkait dengan penyakit kardiovaskular. Itu terjadi ketika seseorang hanya tidur lima jam per malam.

Anne-Marrie Chang, profesor biobehavioral kesehatan sekaligus penulis bersama studi tersebut menegaskan, tidur adalah proses biologis, tetapi juga proses perilaku dan yang sering kita kendalikan.

“Tidur tidak hanya memengaruhi kesehatan kardiovaskular kita, tetapi juga memengaruhi berat badan, kesehatan mental, kemampuan kita untuk fokus, dan kemampuan kita untuk menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain, di antara banyak hal lainnya,” jelas Prof. Chang.

Jadi, tidak ada istilah mengembalikan masalah tersebut dengan mengejar ketertinggalan di akhir pekan.

Celakanya, sebuah studi dari American Heart Association menunjukkan, perempuan yang menghabiskan dua jam atau lebih untuk tidur selama akhir pekan lebih cenderung memiliki kesehatan jantung yang buruk. Temuan ini menunjukkan tidur di akhir pekan tidak menangkal efek berbahaya dari tidak cukup tidur di sisa minggu atau apa yang oleh para peneliti disebut utang tidur.

Kurang tidur dapat memengaruhi kesehatan dan kehidupan kita. Bahkan tidur satu jam lebih sedikit per malam dari yang dibutuhkan dapat memengaruhi kemampuan untuk berpikir dengan benar dan merespons dengan cepat. Seiring waktu, hal itu dapat berdampak negatif pada tingkat energi dan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi.

Oleh karena itu, mulailah menjaga keseimbangan, dengan tidur minimal tujuh jam setiap malam serta pergi tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, kata Michelle Albert, M.D., peneliti senior studi dan direktur NURTURE Center di University of California, San Francisco.

Selain itu, mengubah rutinitas tidur di akhir pekan dapat memengaruhi kesejahteraan dan umur panjang kita. Dan parahnya lagi, mungkin akan lebih sulit untuk bangun lebih awal pada Senin pagi! [rif]