Lingkungan

Bijak Kelola Limbah yang Membludak di Hari Raya

Avatar
×

Bijak Kelola Limbah yang Membludak di Hari Raya

Sebarkan artikel ini
Limbah
Ilustrasi: Wikimedia Commons.

Sampah makanan, limbah pakaian, dan polusi kendaraan harus diminimalkan saat Lebaran.

BARISAN.CO Semarak hari Idulfitri 2023 berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, banyak diadakan perayaan di berbagai kota di Indonesia.

Idulfitri memang selalu ditunggu-tunggu oleh umat Islam di seluruh dunia, karena merupakan momen yang sangat spesial dan penuh kebahagiaan. Pada kesempatan ini, umat Islam biasanya saling memaafkan dan memberikan ucapan selamat kepada keluarga, teman, dan tetangga.

Selama Idulfitri, umat Islam juga menjamu tamu dengan hidangan khas seperti ketupat, rendang, opor ayam, dan kue-kue lezat lainnya. Biasanya, keluarga dan kerabat berkumpul di rumah untuk merayakan Idulfitri bersama-sama.

Akan tetapi, semarak Idulfitri juga harus diimbangi dengan kesadaran akan kebersihan di setiap rumah tangga. Jangan sampai Idulfitri justru membawa dampak buruk terhadap lingkungan. Apalagi, akan banyak sampah yang berbanding lurus dengan jumlah konsumsi. Berikut beberapa tips pengelolaan sampah yang bisa dipraktikkan di rumah.

Sampah Makanan

Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK), sebanyak 49,86% dari total timbunan sampah di Indonesia adalah sampah makanan.

Data tersebut adalah data yang berangkat dari level individu. Ia terkait erat dengan gaya hidup kita, sikap kita, dan seluruh etika kita di hadapan makanan. Sebagai acuan perspektif, sisa makanan yang memenuhi timbunan sampah di Indonesia setara dengan porsi makanan bagi 61 juta sampai 125 juta orang per tahun.

Maka, pada hari Idulfitri, upayakan untuk mengeola sisa makanan dengan baik. Tiap rumah tangga perlu untuk memikirkan, misalnya, untuk memasak jumlah makanan sesuai dengan yang dibutuhkan. Budayakan untuk makan tanpa sisa. Dan terakhir, jika memang piring kita menyisakan sampah, pilah sampah tersebut untuk dimanfaatkan menjadi pupuk atau makanan bagi hewan peliharaan.

Limbah Pakaian

Budaya membeli baju baru pas Lebaran masih menjadi sesuatu yang dianggap penting di Indonesia. Dengan baju baru kita dapat tampil segar. Namun, membeli baju baru juga dapat berkontribusi pada masalah limbah pakaian dan dampak negatif pada lingkungan.

Sementara itu, memanfaatkan baju lama dapat membantu mengurangi limbah pakaian dan membantu menjaga lingkungan tetap bersih. Namun, baju lama mungkin sudah tidak lagi sesuai dengan tren mode terbaru atau kondisinya sudah rusak.

Sebagai solusi terbaik, Anda dapat mempertimbangkan beberapa opsi sebagai berikut:

  1. Jika baju lama masih dalam kondisi yang baik, Anda dapat mencoba memadukannya dengan aksesoris baru atau memodifikasi beberapa bagian baju agar terlihat lebih segar dan modis.
  2. Jika Anda memilih untuk membeli baju baru, Anda dapat mencari alternatif seperti baju yang terbuat dari bahan organik dan ramah lingkungan.
  3. Jika Anda memilih untuk membuang baju lama, pastikan untuk membuangnya dengan cara yang benar seperti mendaur ulang atau mendonasikan baju lama kepada orang yang membutuhkan.

Polusi Kendaraan

Mobilitas masyarakat selama Lebaran meningkat pesat. Secara menarik, polusi kendaraan yang biasanya terkonsentrasi di kota kini menyebar ke desa maupun daerah pinggiran.

Meski hanya berlangsung dalam beberapa hari, lalu lalang kendaraan di desa pasti menyumbang polusi udara yang signifikan. Untuk itu masyarakat perlu memikirkan langkah-langkah untuk membantu mengurangi polusi kendaraan pribadi.

Mula-mula, tentu saja masyarakat bisa menggunakan transportasi umum. Langkah ini dapat mengurangi jumlah kendaraan di jalan.

Namun jika tidak dapat beralih ke transportasi umum, Anda dapat memilih untuk berkendara dengan bijak. Pertimbangkan untuk berkendara dalam kelompok besar. Penuhi mobil sesuai dengan kapasitas penumpangnya.

Jika hendak pergi ke tempat-tempat wisata, hindari jam-jam sibuk supaya mengurangi kemacetan dan emisi gas buang yang dihasilkan. Pilih juga rute yang terpendek jika memungkinkan.