Kesehatan

Bila Lalat ‘Berenang’ di Gelas Kopi

Alfin Hidayat
×

Bila Lalat ‘Berenang’ di Gelas Kopi

Sebarkan artikel ini
Hadits lalat masuk minuman
Ilustrasi foto: Unsplash/Glen Carrie

Kopi kita akan aman meski lalat sebagai pembawa bibit penyakit menyerang kopi kita dengan cara mencelupkan sekalian sayap lalat yang sebelahnya. Hal ini pun juga berlaku pada jenis air minum yang lain.

BARISAN.CO – Sulit meyakinkan lalat bahwa bunga lebih wangi dan bersih ketimbang sampah. Kira-kira begitu kalimat yang belum lama ini viral sebagai quotes. Maksudnya adalah bahwa kalimat tersebut membenarkan bahwa lalat adalah binatang jorok yang hidup berdampingan dengan kita namun ia selalu hinggap pada tempat-tempat yang menjadi sumber penyakit. Ia menjadi vector penyebaran penyakit. Maka hewan tersebut pun kemudian digolongkan menjadi hama karena ia juga membawa bibit penyakit dari tempat yang pernah dihinggapi.

Maka tidak heran jika suatu tempat akan dinilai jorok bila terdapat lalat, termasuk rumah. Bersih-bersih dan menutup makanan serta minuman menjadi jalan eksekusinya. Namun bagaimana jika suatu saat secara tiba-tiba kopi yang bias akita nikmati kedapatan lalat mengambang. Ia pun bergerak-gerak dengan ekor, sayap, kaki, serta badannya seolah-olah ingin melepaskan diri dan langsung terbang. Namun apalah dikata, semakin meronta ia akan semakin berbasah diri dalam air kopi tersebut. Alhasil, semua bakteri kuman yang ada pada badan lalat ikut tercampur dalam segelas kopi kita. Padahal baru saja satu teguk dan ditinggal ke belelakang sebenar. Lantas bagaimana perasaan kita?

Sangat mungkin akan muncul jengkel bahkan marah meski sebenarnya sangat mudah untuk membuatnya kembali. Namun bagi pecinta kopi, barang segelas akan menjadi berharga. Dan tidak mungkin akan meminumnya jika kedapatan ada lalat di dalamnya. Alhasil umumnya orang membuangnya.

Tenggelamkan Sekalian

Berikut ini hadits tentang lalat yang tenggelam pada minuman:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِيْ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ كُلَّهُ ثُمَّ لِيَطْرَحْهُ فَإِنَّ فِيْ إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَفِيْ الآخَرِ شِفَاءً

Dari Abu Hurairah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Apabila lalat jatuh di minuman seseorang dari kamu hendaklah ia tenggelamkan kemudian buang, karena salah satu sayapnya terdapat penyakit dan sayap lainnya terdapat penawarnya”. (HR. Bukhari)

Hadits lalat ini menjelaskan, apabila ada lalat jatuh tercelup ke dalam minuman, boleh tetap meminumnya setelah menenggelamkan keseluruhan lalat tersebut lalu membuang lalatnya. Lalat juga tidak menajiskan minuman kita dan bahwasanya di salah satu sayap lalat mengandung obat atau penawar bagi penyakit yang dibawanya.

Hal ini tentu menjadi banyak pertanyaan dan ujian keimanan bagi kaum muslimin khususnya praktisi kesehatan maupun orang umum, dalam menyikapi hadits yang secara sanad diakui sebagai hadits shahih dari Nabi Muhammad SAW namun sedikit tidak sesuai dengan fakta kesehatan yang telah diketahui dan ditemukan.

Sebenarnya penelitian tentang sayap lalat telah beberapa kali dilakukan. Ada setidaknya dua jurnal penelitian tentang studi mikrobiologi sayap lalat. Jurnal pertama oleh Rehap Mohammed Atta (World Journal Of Medical Sciences 11 2014) menemukan bahwa sayap kanan dari M. domestica memiliki efek antibiotik yang menghambat pertumbuhan bakteri maupun jamur, sedangkan media agar dengan sayap kiri mendemonstrasikan pertumbuhan jamur dan bakteri.

Sejalan dengan penelitian tersebut, penelitian oleh Ivena Claresta (2020) juga menemukan efek antimikrobial terhadap Escherichia coli pada sayap kanan lalat. Dari jurnal tersebut diketahui pula, terdapat bakteri Bacillus circulans dan Actinomyces pada badan lalat yang produk metabolisme sekundernya memiliki efek antimikrobial dan antifungal.