Tokoh & Peristiwa

Charles Baudelaire Penyair Romantik yang Buram

Lukni Maulana
×

Charles Baudelaire Penyair Romantik yang Buram

Sebarkan artikel ini
Charles Baudelaire

CHARLES Baudelaire penyair kebangsaan Perancis, lahir di Paris pada tanggal 9 April 1821. Penyair yang hidup pada abad XIX ini merupakan penyair yang romantik akan tetapi penyair romantik yang buram. Sebab Charles Baudelaire berusaha menggambarkan pengalaman sensual melalui bentuk klasik dan menghindari deskripsi obyektif.

Ayahnya bernama Joseph-Francois Baudelaire, seorang pengawai negeri dan seniman amatir. Ibunya Caroline Archimbaut Dufays, ketika Baudelaire masih kecil ayahnya meninggal dan ibunya menikah lagi dengan Mayor Jacques Aupick. Baudelaire sempat menikmati bersekolah di asrama militer tidak terlepas dari ayah tirinya, tapi sayangnya ia tidak sempat lulus dari akademi militer tersebut.

Lalu Baudelaire menghabiskan dua tahun berikutnya di Paris ‘Latin Quarter untuk mengejar karir sebagai penulis. Kehidupan yang keras mengatar ia harus ke India, orang tuanya mengirimnya supaya Baudelaire memiliki pengalaman. Namun ia tidak tahu kepergian ayah tirinya, sekembalinya ia dari India pada tahun 1842, Baudelaire menerima warisan besar.

Dari warisan itu kehidupan Baudelaire mengalami perubahan drastis, yang awalnya berjiwa bohemian. Kini Baudelaire menjalani kehidupan parlente, dan menghabiskan hari-harinya di kafe dan galeri seni. Bahkan ia berdekatan dengan obat-obatan seperti ganja dan opium.

Karya Charles Baudelaire berjudul Les Fleurs du mal terinspirasi dari pengalaman jatuh cinta kepada wanita cantik bernama Jeanne Duval. Antologi puisi Les Fleurs du mal berisi 100 puisi yang diterbitkan pada tahun 1857.

Biyaya hidup Charles Baudelaire hampir setengahnya dari warisan. Sayangnya dipengadilan kalah, sehingga menunjuk seorang pengacara untuk mengelola kekayaan Baudelaire. Ia pun hanya menerima uang saku yang kecil.

Untuk menambah beban biyaya hidup, Charles Baudelaire pun menulis kritik seni, esai dan review di berbagai jurnal. Kritik awalnya terhadap pelukis Prancis kontemporer seperti Eugene Delacroix dan Gustave Courbet membuatnya mendapatkan reputasi sebagai kritikus yang diskriminatif dan istimewa.

Pada tahun 1847, ia menerbitkan novel otobiografi La Fanfarlo. Tahun 1854 dan 1855 menerbitkan terjemahan Edgar Allan Poe, yang disebutnya “jiwa kembar”.

Puisi Charles Baudelaire

Evening Harmony

The hour has come at last when, trembling to and fro,
Each flower is a censer sifting its perfume;
The scent and sounds all swirl in evening’s gentle fume;
A melancholy waltz, a languid vertigo!

Each flower is a censer sifting its perfume;
A violin’s vibrato wounds the heart of woe;
A melancholy waltz, a languid vertigo!
The sky, a lofty altar, lovely in the gloom,

A violin’s vibrato wounds the heart of woe,
A tender heart detests the black of nullity,
The sky, a lofty altar, lovely in the gloom;
The sun is drowning in the evening’s blood-red glow.

A tender heart detests the black of nullity,
And lovingly preserves each trace of long ago!
The sun is drowning in the evening’s blood-red glow …
Your memory shines through me like an ostensory!

My Earlier Life

I’ve been home a long time among the vast porticos,
Which the mariner sun has tinged with a million fires,
Whose grandest pillars, upright, majestic and cold
Render them the same, this evening, as caves with basalt spires.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *