Opini

Dari KPU Anies Tunjukkan, Wapres Bukan Ban Serep Apalagi Ban Ketinggalan di Garasi

Yayat R Cipasang
×

Dari KPU Anies Tunjukkan, Wapres Bukan Ban Serep Apalagi Ban Ketinggalan di Garasi

Sebarkan artikel ini

Kualitas orasi Cak Imin selevel dengan Anies.

BANYAK pemandangan menarik dalam selebrasi penentuan nomor urut pasangan capres dan cawapres di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat,  Selasa malam (14/11/2023). Berbagai simbol, gimmick, bahasa tubuh, bahasa verbal serta gagasan ditampilkan secara gamblang pasangan capres dan cawapres. Kita abaikan perilaku anak-anak Jokowi ketika bersalaman dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri karena nirmanfaat dan tidak ada substansinya.

Hasil penentuan nomor urut menempatkan pasangan capres dan cawapres Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN) di urutan pertama, menyusul nomor urut dua Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming dan nomor tiga pasangan Ganjar Pranowo – Mahfud MD. Dalam benak para capres dan cawapres serta pendukungnya pasti mereka semuanya berharap mendapat posisi nomor satu. Sebab, nomor satu selain mudah diingat juga memiliki nilai dan simbolik yang sarat dengan makna kebaikan. Silakan tafsirkan masing-masing!

Namun yang paling manarik selain teriakan AMIN menggema dalam setiap kesempatan, keputusan Anies menyerahkan pidato kepada Muhaimin Iskandar (Cak Imin) mendapat pujian dari sejumlah kalangan. Ini tidak dilakukan dua pasangan lainnya. Pidato yang sangat bersemangat, penuh persuasi dan ajakan untuk pemilu yang riang gembira dan tidak curang menjadikan pidato sangat bergizi. Orasi Cak Imin yang penuh guyon khas nahdliyin, mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah.

Anies memang sengaja memberikan kesempatan kepada Cak Imin, untuk tampil. Hasilnya sangat mengagumkan. Kualitas orasi Cak Imin selevel dengan Anies. Karena memang seperti dikatakan mantan wapres Jusuf Kalla, kualitas capres dan cawapres harus setara.

Seusai prosesi penentuan nomor urut, para jurnalis pun penasaran dan bertanya kepada Anies, kenapa pidato penting di KPU diserahkan kepada Cak Imin. “Dwitunggal, gantian. Dan kita menunjukkan bahwa wakil presiden memiliki kaliber yang setara. Wakil presiden memiliki pengalaman, pengetahuan dan kemampuan untuk berkomunikasi yang sangat baik,” kata Anies.

“Dan saya bangga berpasangan dengan Gus Imin. Rasa bangga itu kami tunjukkan dengan mempersilakan seluruh rakyat Indonesia untuk menyaksikan calon wakil presiden yang bisa menyampaikan gagasannya dengan amat baik. Pesannya jelas, penyampaiannya ceria dan ilustrasinya mudah sekali dipahami. Semua orang tahu sepakbola dan semua orang tahu itu sliding tickle dan semua orang tahu itu nyorakin pemain yang curang,” ujarnya. “Semua orang juga tahu wasit yang bersertifikat yang baik. Pesan itu mudah ditangkap,” tambahnya.

AMIN Memang Beda

Dalam setiap acara, AMIN selalu membuat kejutan. Penghormatan kepada cawapres menunjukkan Anies akan memimpin Indonesia secara bersamaan dengan pembagian fokus kerja masing-masing. Tidak semua kebijakan dan kewenangan dipegang oleh presiden seperti selama lima tahun belakangan ini.  Anies tidak akan menihilkan wapres apalagi menempatkannya sebagai ban serep apalagi sebagai ban serep yang ketinggalan di garasi. 

Wapres memiliki kualitas setara. Wapres yang siap menempati posisi sebagai presiden bila ada penugasan, berhalangan sementara waktu bahkan ketika berhalangan tetap.  Betul kata Anies presiden dan wapres adalah Dwitunggal. Setara.