Kesehatan

Depresi dan Kecemasan Picu Beragam Penyakit

Anatasia Wahyudi
×

Depresi dan Kecemasan Picu Beragam Penyakit

Sebarkan artikel ini

Temuan ini menyoroti biaya jangka panjang dari depresi dan kecemasan yang tidak diobati.

BARISAN.CO – Gangguan mental merupakan penyebab utama beban kesehatan global, dengan gangguan depresi dan kecemasan sebagai kontributor utamanya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, 5% orang dewasa mengalami depresi. Sementara, sekitar 3,6% juta orang di dunia alami gangguan kecemasan.

Aoife O’Donovan, Ph.D., dari Departemen Psikiatri di Universitas California San Francisco dan rekannya Andrea Niles, Ph.D., meneliti dampak kondisi kejiwaan pada kesehatan fisik seseorang.

Mengutip Medical News Today, para peneliti menyelidiki kesehatan lebih dari 15.000 lansia selama empat tahun.

Studi tersebut mengamati data kesehatan 15.418 pensiunan yang rata-rata berusia 68 tahun. Data tersebut berasal dari penelitian pemerintah yang menggunakan wawancara untuk menilai gejala kecemasan dan depresi para partisipan.

Para peserta juga menjawab pertanyaan tentang berat badan, status merokok dan kondisi medis yang mereka diagnosis. Selain itu, mereka memberikan informasi tentang pencatatan berat badan dari kunjungan ke rumah sakit.

Dari total jumlah partisipan, O’Donovan dan rekannya menemukan, 16 persen memiliki tingkat kecemasan dan depresi yang tinggi, 31 persen mengalami obesitas dan 14 persen adalah perokok.

Dari studi itu terungkap, mereka yang hidup dengan tingkat depresi dan kecemasan yang tinggi, 65 persen lebih besar kemungkinannya terkena penyakit jantung, 64 persen lebih besar kemungkinannya terkena stroke, dan 50 persen lebih besar kemungkinannya terkena tekanan darah tinggi. Studi itu menambahkan, orang yang hidup dengan kondisi mental yang sama juga 87 persen lebih besar kemungkinannya terkena radang sendi.

“Peningkatan peluang ini serupa dengan yang terjadi pada peserta perokok atau obesitas,” kata O’Donovan. 

O’Donovan menambahkan, temuan ini menyoroti biaya jangka panjang dari depresi dan kecemasan yang tidak diobati.

“Sekaligus sebagai pengingat bahwa mengobati kondisi kesehatan mental dapat menghemat uang untuk sistem kesehatan,” jelas O’Donovan.

Salah satu penyebab depresi dan kecemasan ini karena kebanyakan dari kita mengabaikan pentingnya istirahat. Padahal, istirahat sangat penting untuk kesehatan mental yang lebih baik dan mengurangi stres. Mulailah luangkan waktu minimal 20 menit setiap hari untuk beristirahat agar kesehatan mental dan fisik terjaga. [Yat]