Ekonomi

Grup Djarum & Wings Hengkang dari Konsorsium Nusantara, Proyek IKN Aman?

Avatar
×

Grup Djarum & Wings Hengkang dari Konsorsium Nusantara, Proyek IKN Aman?

Sebarkan artikel ini
Konsorsium Nusantara
Ilustrasi: Dok. BKPM/Kementerian Investasi.

Otorita IKN tetap optismistis terhadap pembangunan Ibu Kota Nusantara meski Budi Hartono (Grup Djarum) dan William Katuari (Wings Group) mundur dari konsorsium investor.

BARISAN.CO Grup Djarum dan Wings Group, yang dimiliki oleh Budi Hartono dan William Katuari masing-masing, disebut-sebut mengundurkan diri dari Konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh Aguan untuk proyek pembangunan di IKN.

Informasi ini muncul setelah Otorita Ibu Kota Nusantara merilis daftar baru anggota Konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh Aguan. Dalam laporan tersebut, Djarum dan Wings tidak lagi terdaftar sebagai bagian dari konsorsium tersebut.

Meskipun OIKN merilis daftar baru anggota, pihak terkait menyatakan bahwa informasi mengenai mundurnya kedua investor tersebut merupakan bagian dari urusan internal para investor. Namun, mereka menegaskan bahwa kepergian Budi Hartono dan William Katuari tidak akan berdampak pada nilai investasi yang dijanjikan oleh konsorsium.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Agung Wicaksono, meyakinkan bahwa kepergian Djarum dan Wings tidak akan mengganggu proyek yang sedang dikerjakan oleh konsorsium di IKN.

Ada yang Keluar, Ada yang Masuk

Sementara itu, Konsorsium Nusantara yang dipimpin oleh Aguan merupakan gabungan konglomerat kelas kakap yang pertama kali diperkenalkan Presiden Jokowi di acara ground breaking Hotel Nusantara, September 2023 lalu.

Ada sejumlah perusahaan yang tergabung dalam konsorsium ini, seperti Agung Sedayu Group milik Aguan sendiri, Adaro, Sinarmas Group, Pulau Intan, Salim Group, Astra Group, Mulia Group, dan lain-lain termasuk Barito Pacific.

Meski ada dua konglomerasi yang keluar dari konsorsium, ada dua nama juga yang masuk ke dalam daftar, yakni Alfamart dan Kawan Lama Group.

Alfamart merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang distribusi produk konsumen dengan mengoperasikan jaringan mini market, dengan nama Alfamart, Alfamidi, hingga Lawson.

Adapun Kawan Lama Group memiliki lebih dari 30 merek usaha di berbagai sektor, mulai dari ritel hingga makanan dan minuman. Beberapa merek terkenal yang dikelola Kawan Lama adalah Ace Hardware, Informa, dan Chatime.

Nilai investasi yang telah disalurkan oleh konsorsium ini untuk proyek pengembangan mixed used development di IKN mencapai Rp20 triliun. Salah satu proyek yang sedang dikerjakan adalah Hotel Nusantara yang telah mencapai progres 35%. Selain hotel, mereka juga berencana menggarap proyek kebun raya. [dmr]