Berita

Guru Besar Made Saihu: Universitas PTIQ Kembangkan Pendekatan Keilmuan Bercorak Theohumanistik-Integralistik

Avatar
×

Guru Besar Made Saihu: Universitas PTIQ Kembangkan Pendekatan Keilmuan Bercorak Theohumanistik-Integralistik

Sebarkan artikel ini
Guru besar Universitas PTIQ Prof. Made Saihu, M.Pd.i. menyampaikan pidato ilmiah

Menjawab hal ini, menurut Prof. Made Saihu, diperlukan sumber yang tidak saja berasal dari realitas, tetapi juga membutuhkan inspirasi dari langit atau wahyu yang nanti akan melahirkan ilmu-ilmu keagamaan (‘Ulūm al-Syar’iyāh). Sementara untuk realitas alam dibutuhkan ilmu (pengenalan) tentang objek dan sebab-sebab yang melingkupinya, yaitu objek indrawi (mudrak bi al-awās), benda-benda lahir dan objek-objek rasional (mudrak bi al-‘aql), dan substansi dari benda-bendar lahir tersebut. Dua macam bentuk objek ini kemudian melahirkan disiplin keilmuan yang berbeda. Objek-objek indrawi melahirkan sains, sedangkan objek-objek rasional melahirkan hikmah (filsafat).

Suasana prosesi wisuda Universitas PTIQ Jakarta.

Dua bentuk wujud inilah menjadi sumber pengetahuan manusia (kauniyah dan kauliyah atau wahyu dan rasio) yang berhubungan secara selaras. Rasio memiliki peran besar dalam proses pemahaman terhadap wahyu seperti juga yang terjadi dalam proses pemahaman terhadap realitas. Ia berfungsi sebagai sarana untuk menggali ajaran-ajaran dan prinsip-prinsipnya lewat melalui metode tafsir dan takwil untuk memahami kandungan Al-Qur’an sekaligus untuk dibumikan yang kemudian akan melangitkan manusia. “Jadi melalui dari Al-Qur’an dan Realitas Alam, melahirkan hadarah al-Nash, Hadarah al-Ilm, dan hadarah al-falsafah,” ujar lulusan S2 Universitas Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur tersebut.