Politik & Hukum

Hari Raya Idulfitri, Pemerintah beri Remisi ke 196.371 Narapidana

Avatar
×

Hari Raya Idulfitri, Pemerintah beri Remisi ke 196.371 Narapidana

Sebarkan artikel ini
Remisi Idulfitri
Ilustrasi: Kompas.com/Yohanes Kurnia Irawan.

Remisi diberikan negara kepada narapidana yang berusaha berbuat baik dan memperbaiki diri.

BARISAN.CO Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberi remisi Hari Raya Idulfitri 1444 H kepada 196.371 narapidana.

Koordinator Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Rika Aprianti menyebut, sebanyak 661 narapidana dari total penerima remisi akan dibebaskan berkat menerima remisi di hari Lebaran.

Adapun lewat remisi tersebut, Rika Aprianti mengatakan pemerintah bisa menghemat anggaran makan narapidana hingga Rp72,8 miliar.

“Penerima RK Idul Fitri 1444 H ini terdiri dari 79.374 orang pelaku tindak pidana tertentu dan 66.886 orang pelaku tindak pidana umum. Wilayah penerima remisi terbanyak yaitu Sumatera Utara sejumlah 15.515 orang, disusul Jawa Barat sebanyak 15.475 orang, dan Jawa Timur 15.408 orang,” terang Rika Aprianti dalam keterangannya, Sabtu (22/4/2023).

“Pemberian RK Idul Fitri ini merefleksikan Idulfitri sebagai kemenangan atas perjuangan melawan hawa nafsu,” lanjut dia.

Rika mengatakan, kemenangan Idul Fitri 1444 H ini juga berlaku bagi narapidana yang dengan serius terus bertaubat dan memperbaiki diri.

Hal tersebut sebagaimana sambutan tertulis Menkumham Yasonna H Laoly yang akan dibacakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Indonesia pada kegiatan penyerahan Remisi Khusus Idul Fitri 1444 H.

“Bapak Menteri menyebut bahwa masa pidana yang dijalani merupakan kesempatan untuk terus introspeksi diri dan sarana untuk mengasah kemampuan spiritual dan intelektual agar menjadi bekal saat warga binaan bebas dari Lapas, Rutan, atau LPKA,” kata Rika.

Rika menambahkan, pemberian remisi merupakan penghargaan negara kepada narapidana yang berusaha berbuat baik, memperbaiki diri, dan menjadi masyarakat yang berguna.

“Kami berharap remisi yang diberikan dapat memotivasi warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan menghindari perbuatan yang melanggar hukum,” lanjutnya.

Rika mengatakan RK yang diterima narapidana merupakan salah satu produk digitalisasi pelayanan publik yang diselenggarakan terintegrasi antara Unit Pelaksana Teknis, Kantor Wilayah, dan Ditjenpas.

Menurutnya, pelayanan publik berbasis teknologi informasi yang dikembangkan merupakan salah satu upaya meminimalisasi praktik pungutan liar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Seperti sudah ditegaskan Bapak Menteri, warga binaan tidak perlu khawatir lagi untuk mendapatkan hak-haknya sepanjang memenuhi syarat yang telah ditentukan,” tambah Rika.

Terakhir, Rika berpesan kepada seluruh warga binaan agar berperan aktif mengikuti segala bentuk program pembinaan dan menjadi insan yang taat hukum, berakhlak mulia, berbudi luhur, serta berguna bagi pembangunan bangsa.

“Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran Pemasyarakatan mengucapkan, selamat Idulfitri 1 Syawal 1444 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin. Selamat menikmati waktu bersama keluarga dan menjalin silaturahmi di lingkungan masyarakat,” tutupnya. [dmr]