Berita

Haul Ke-VI Pengasuh Ponpes At-Tauhid Gayamsari, Bakal Calon Wakil Walikota Semarang, Mas Wawan Komitmen Cetak Nilai-nilai Juang Santripreneur

Avatar
×

Haul Ke-VI Pengasuh Ponpes At-Tauhid Gayamsari, Bakal Calon Wakil Walikota Semarang, Mas Wawan Komitmen Cetak Nilai-nilai Juang Santripreneur

Sebarkan artikel ini
Ponpes At-Tauhid Gayamsari
Haul Ke-VI Pengasuh Ponpes At-Tauhid Gayamsari Kota Semarang

BARISAN.CO – Warga Semarang harus kuat pemahaman nilai-nilai santri dan ekonomi. Kita ingin santri mengusai ilmu agama, pemahaman agamanya bagus, menanamkan nilai-nilai agama yang moderat, toleran tanpa harus meninggalkan pondasi-pondasi ekonomi sehingga mereka punya basic untuk mengubah hidupnya.

Hal ini disampaikan Dr. Dr. Ir. H. Ady Setiawan, SH MH MM MT dalam acara pengajian umum rangka haul ke-VI Pengasuh Ponpes At-Tauhid Gayamsari Semarang Almaghfurlah KH. Muhammad Sastro Sugeng Al Haddad, BA di Komplek Ponpes At-Tauhid Jalan Gayamsari Selatan Raya, Kelurahan Sendangguwo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jum’at (17/05/2024) malam.

“Kedepan kita harus galakkan santripreneur di Kota Semarang,” imbuh Mas Wawan panggilan akrabnya.

Pria yang pernah nyantri di Ponpes At-Tauhid Gayamsari kota Semarang di tahun 2003-2004-an itu menuturkan, berdasarkan pengamatan dan pengalamanya sebagai orang lapangan, seorang santri yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren, kondisi pondok pesantren di Kota Semarang perlu mendapat proporsi yang lebih memadai.

“Terlebih saat ini di era digitalisasi atau teknologi, tidak sedikit para pengasuh, pengelola pesantren sudah ketinggalan,” sambungnya.

Mas Wawan dan Kiai Budi Harjono

Mas Wawan berjanji jika nanti diberikan amanah di Kota Semarang akan memprioritaskan peran pondok pesantren.

“Jika Allah memberikan amanah dan masyarakat kota Semarang mendukung, memberi kepercayaan untuk mengabdi di Pemerintah Kota Semarang, saya akan memprioritaskan peran dunia pesantren, peran-peran santri akan kita optimalkan, santri-santri kita dorong menjadi santripreneur,” ucapnya

Direktur PDAM Indramayu itu menegaskan, santri-santri harus lebih diberdayakan, santri tidak boleh gagal dalam ekonomi, tidak boleh ketinggalan dalam ekonomi.

“Dalam perjuangan seorang santri bisa kuat secara ekonomi memang membutuhkan keuletan dalam membangun ekonomi, dan saya yakin santri-santri yang sungguh-sungguh bisa berhasil mengatasi masalah ini dan bisa menjawab tuntutan dan tantangan zaman,” tegasnya

Ketua PW LPNU Jawa Tengah periode 2014-2018 menambahkan, belajar dari Sosok Almaghfurlah KH. Muhammad Sastro Sugeng Al-Haddad beliau merupakan seorang ulama, kiai, tokoh masyarakat yang sangat membaur dengan masyarakat, bisa memberikan kesejukan, kedamaian, mengajarkan dan menggerakkan ekonomi.

“Kiai Sugeng tidak hanya memberi santri ilmu keagamaan, tauhid, ilmu hati tapi juga ilmu-ilmu ekonomi. Santri ajari, diajak berdagang, ditata bahkan sampai dinikahkan, dibantu membangun rumah, hingga dibantu menata ekonominya,” kenangnya

Masih menurut Wawan sapaan akrab Ady Setiawan, ajaran kiai Sugeng adalah mengistiqomahkan hati, supaya hati untuk tetap damai, salawat, terus dzikir pada Allah Swt sehingga dipercaya masyarakat untuk menyembuhkan penyakit hati, penyakit fisik yang terkait mental dilakukan terapi/pengobatan dengan dzikir-dzikir atau amalan-amalan yang diberikan.

“Saya mengingatkan diri saya dan mengajak para santri, jamaah dan masyarakat pada umumnya untuk senantiasa meneladani apa-apa yang telah diajarkan dan terus melanjutkan perjuangan beliau,” pungkasnya.***