Ekonomi

Impor Beras Indonesia Mencengangkan! Capai 3 Juta Ton Lebih: Terjadi Peningkatan Signifikan

Beta Wijaya
×

Impor Beras Indonesia Mencengangkan! Capai 3 Juta Ton Lebih: Terjadi Peningkatan Signifikan

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini melaporkan data yang mencengangkan terkait impor beras Indonesia, yang mencapai 3,06 juta ton sepanjang tahun 2023. Angka ini mengalami peningkatan luar biasa sebesar 613,61% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 2022 (year-on-year/yoy).

Menurut Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam konferensi pers di akun YouTube BPS pada Senin (15/1/2024), “Selama lima tahun terakhir, impor beras di tahun 2023 ini merupakan yang terbesar.”

Impor beras Indonesia pada tahun 2023, terbanyak yaitu jenis semi-milled or wholly miller rice, mencapai 2,7 juta ton atau 88,1% dari total impor beras tahun lalu. Sementara itu, impor broken rice mencapai 345,7 ribu ton (11,29%), dan impor basmati rice sebesar 7,13 ribu ton (0,23%).

Empat negara yang menjadi penyumbang impor beras terbesar pada tahun 2023 adalah Thailand, Vietnam, Pakistan, dan Myanmar. “Impor beras terbesar sepanjang 2023. Berasal dari Thailand dengan volume 1,38 juta ton atau mencakup 45,12% dari total impor beras,” ungkap Pudji.

Thailand memimpin daftar, selanjutnya oleh Vietnam dengan impor beras sebesar 1,15 juta ton (37,47%). Selanjutnya Pakistan 309 ribu ton (10,1%), Myanmar 141 ribu ton (4,61%), dan dari negara-negara lainnya sebesar 83 ribu ton (2,7%).

Untuk tahun 2024, BPS memproyeksikan bahwa impor beras Indonesia akan tetap tinggi. Meskipun mengalami kenaikan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Pemerintah berencana untuk tetap melakukan impor beras sebanyak 2 juta ton pada tahun 2024.

Tren impor beras yang meningkat ini memberikan tantangan tersendiri bagi pemerintah Indonesia dalam mencapai swasembada pangan. Pemantauan menjadi sangat penting untuk memastikan ketersediaan beras di pasar domestik dan menanggapi perubahan dinamika perdagangan internasional. [Yat]