Berita

Indonesia Alami Deindustrialisasi, Anies-Muhaimin Siapkan 5 Strategi

Anatasia Wahyudi
×

Indonesia Alami Deindustrialisasi, Anies-Muhaimin Siapkan 5 Strategi

Sebarkan artikel ini

Apa saja lima strategi re-industrialisasi yang ditawarkan Anies-Muhaimin?

BARISAN.CO – Ketua Dewan Penasihat Forum Dialog Nusantara (FDN) Ilham Akbar Habibie menyebut, Indonesia saat ini sedang mengalami deindustrialisasi. Dengan kondisi tersebut, Ilham, mengatakan, akan sulit bagi Indonesia mencapai Indonesia Emas 2045.

“Hilirisasi yang kita lakukan tentu belum cukup ujung hilir tersebut. Janganlah kita stop di bahan baku materi atau materinya sendiri, kita juga mau buat mobil, sepeda motor, dan apapun ujung dari proses hilirisasi,” kata Ilham dalam diskusi FDN: “Pentingnya Industrialisasi dalam Mempercepat Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045” di Perpusatakaan Habibie & Ainun Jakarta, Senin (13/11/2023).

Amin Subekti Kepala Riset dan Substansi TKN capres Anies Baswedan dan cawapres Muhaimin Iskandar menyampaikan, Indonesia Emas 2045 didefiniskan sebagai satu kemakmuran.

“Kami percaya di sini ada dua hal, satu tidak hanya masalah berapa kue yang terbangun, tapi yang terbagi. Bagaimana kesejahteraan ekonomi itu dibagi secara merata dan makmur ke seluruh Indonesia. Itu yang menjadi filosofi dasar kami berpikir apa yang menjadi garis 100 tahun usia kita 2045,” ungkap Amin.

Dalam konteks gagasan, paslon AMIN memiliki visi Indonesia Adil Makmur untuk Semua, yang fokusnya pada empat klaster dengan delapan jalan perubahan. Dalam klaster ketiga yakni sektor interaksi memasukkan poin mengenai pengembangan industri.

“Targetnya peningkatan produktivitas dan kesejahteraan sosial sebagai dua sisi dari satu mata uang yang sama,” sambung Amin.

Alasan deindustrialisasi terjadi, jelas Amin, karena tiga hal. Pertama, inkonsistensi kebijakan dan keputusan eksekusi.

“Kita ini punya banyak sekali kawasan industri 2020, 2021, dan 2022 penetapan kawasan industri banyak sekali. Tapi, evaluasinya bagaimana itu?” terang Amin.

Kedua, karena konektivitas terbatas. Pada tahun 2020, biaya logistik mencapai 23% dari PDB. Terakhir, 60% tenaga kerja di Indonesia belum siap memenuhi standar kompetensi kerja, teknis dan profesional.

Ada pun lima strategi AMIN untuk re-industrialisasi adalah sebagai berikut:

  1. Evaluasi dan perbaiki kawasan industri yang telah beroperasi,
  2. Peningkatan konektivitas untuk menciptakan rantai pasok yang efektif,
  3. Pemilihan industri strategis masa depan dan penyiapan kualitas manusia yang sesuai,
  4. Mendorong knowledge-based industry, dan
  5. City-Development Related Industry.

Sedangkan, Heru Dewanto Sekretaris Eksekutif TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD menerangkan, infrastruktur Indonesia belum secara optimal mampu memutar perekonomian dalam konteks industri dan dunia usaha.

“Karena itulah tantangan kita hari ini adalah bagaimana membuat infrastruktur kita menjadi bagian dari global supply chain. Artinya, jaringan infrastruktur kita harus terkoneksi dan kompatibel dengan jaringan infrastruktur dunia sehingga ekonomi kita bisa menjadi bagian sistem ekonomi global yang ada dunia sekarang ini,” tutur Heru. [Yat]