Risalah

Inna Fatahna, Pembuka Kitab Maulid dan Keutamaannya

Lukni Maulana
×

Inna Fatahna, Pembuka Kitab Maulid dan Keutamaannya

Sebarkan artikel ini
Inna Fatahna
Surah Al-Fath ayat 1-3

Surah Al-Fath ayat pertama Inna fataḥna laka fatḥam mubina dijadikan pembuka dalam kitab maulid seprerti maulid diba, Simtudduror dan Maulid Dhiyaullami.

BARISAN.CO – Inna Fatahna adalah ayat pertama surah Al-Fath yang terdapat pada al-Quran Juz ke-26. Ayat pertama tersebut dijadikan pembuka dalam kitab-kitab maulid , seperti Maulid Diba, Simtudduror dan maulid Dhiyaullami.

Tidak hanya surah pertama pada surat al-Fath, bacaan maulis menuliskan 3 ayat sekaligus yang biasanya dilanjutkan dengan surah At-Taubah.

Adapun dalam kitab maulid tiga ayat surah Al-Fatah ayat 1-3 tersebut yakni:

اِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِيْنَا ۞ لِيَغْفِرَ لَكَ اللهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكَ وَيَهْدِيَكَ صِرَاطاً مُسْتَقِيْماَ ۞ وَيَنْصُـرَكَ اللهُ نَـصْرًا عَزِيْزًا

Inna fataḥna laka fatḥam mubina. Liyagfira lakallahu ma taqaddama min żambika wa ma ta`akhkhara wa yutimma ni’matahụ ‘alaika wa yahdiyaka ṣiraṭam mustaqima. Wa yanṣurakallahu naṣran ‘aziza.

Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus. Dan supaya Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak).” (QS. Al-Fath: 1-3).

Selanjutnya dalam kitab maulid dilanjutkan dengan surah at-Taubah ayat 128 dan 129. Adapun teks awal yang sering didengar yakni Laqad ja’akum. Berikut ini bunyi teks lengkapnya:

Surah At-Taubah ayat 128:

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

Laqad ja`akum rasụlum min anfusikum ‘azizun ‘alaihi ma ‘anittum ḥariṣun ‘alaikum bil-mu`minina ra`ụfur raḥim

Artinya: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (QS. At-Taubah: 128)

Surah At-Taubah ayat 129:

فَإِن تَوَلَّوْا۟ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

Fa in tawallau fa qul ḥasbiyallahu la ilaha illa huw, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul-‘arsyil-‘aẓim

Artinya: “Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki ‘Arsy yang agung.” (QS. At-Taubah: 129).

Lantas kenapa bunyi teks Inna Fatahna acapkali dijadikan pembuka dalam kitab maulid? Tentu saja surah Al-Fath ayat pertama tersebut memiliki banyak keutamaan yang kemudian dilanjutkan dengan surah At-Taubah.

Adapun keutamaan surah al-Fath dalam lafal inna fatahna yakni:

1. Surah tentang kemenangan

Surat ini diawali dengan pembicaraan tentang kemenangan yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya yakni Nabi Muhammad Saw. Selain itu begitu besar pada tersebarnya agama Islam dan kejayaan umat Islam.

2. Meneguhkan hati umat Islam

Ayat tersebut merupakan pembuka diteguhkannya hati umat Islam , selain itu agar keimanan mereka semakin bertambah kuat.

Sehingga dibandingkan dalam surah al-Fath tersebut dengan orang-orang yang munafik. Bahwasanya siksaan yang diterima orang-orang munafik dan musyrik akibat meragukan bahwa Allah akan membela Rasul-Nya, dan bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai saksi dan pembawa kabar gembira demi mewujudnyatakan keimanan kepada Allah.