Ekonomi

Ironi Petani Milenial, Masih Minim Jumlah dan Minim Gunakan Teknologi Pertanian

Beta Wijaya
×

Ironi Petani Milenial, Masih Minim Jumlah dan Minim Gunakan Teknologi Pertanian

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Menurut hasil Sensus Pertanian dari Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2023 terdapat lebih dari 6 juta petani milenial di Indonesia dengan rentang usia 19-39 tahun. Angka ini mencakup 21,9 persen dari total petani nasional yang mencapai 28,19 juta orang.

Petani milenial sendiri didefinisikan oleh Peraturan Menteri Pertanian Nomor 4 Tahun 2019 sebagai petani yang berusia 19-39 tahun, dan atau petani yang adaptif terhadap teknologi digital.

Namun kondisi sekarang, petani milenial masih belum menguasai struktur tenaga pertanian. Dan saat ini struktur tenaga pertanian masih di kuasai usia tua, Gen X 42% dan Baby Boomer 27.61%.

Tentu besar harapannya dengan adanya perkembangan teknologi pertanian, mampu menggaet tenaga tani usia milenial. Sayangnya, kondisi saat ini teknologi pertanian belum menjadi perhatian tani milenial.

Data menunjukkan, masih terdapat sekitar 3,57 juta orang atau 57,8 persen petani milenial yang belum menggunakan teknologi digital di bidang pertanian seperti alat dan mesin pertanian modern, internet/telepon pintar/teknologi informasi, drone, dan/atau teknologi kecerdasan buatan

Sementara itu, petani milenial yang telah menggunakan teknologi digital baru mencapai 2,61 juta orang atau sekitar 42,23 persen dari total.

Sebaran petani milenial usia 19-39 tahun paling banyak berada di Jawa Timur dengan jumlah mencapai 971.102 orang. Selain itu, terdapat juga sejumlah besar petani milenial di provinsi Jawa Tengah (625.807 orang). Jawa Barat (543.044 orang), Sumatera Utara (361.184 orang), dan Sumatera Selatan (340.436). Sementara DKI Jakarta menjadi provinsi dengan jumlah petani milenial usia 19-39 tahun yang paling sedikit, hanya mencapai 2.568 orang.

Dalam rangka meningkatkan penggunaan teknologi digital di bidang pertanian, perluk upaya-upaya untuk lebih mengedukasi petani milenial mengenai keuntungan dari penggunaan teknologi tersebut.

Selain itu, pemerintah juga perlu memberikan dukungan dan aksesibilitas yang lebih baik kepada petani. U dapat memanfaatkan teknologi digital dalam usaha pertanian mereka. Hal ini harapannya dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani milenial di Indonesia. [Yat]