Puisi

Jakarta Yang Lain – Puisi Chotrex Tri Budiyanto

Avatar
×

Jakarta Yang Lain – Puisi Chotrex Tri Budiyanto

Sebarkan artikel ini
jakarta yang lain
Ilustrasi foto: Unsplash/ Rival Sitorus

Jakarta Yang Lain

Kanal air mengulir
Keruh menyapamu
Jakarta membelah
Kananmu timurmu
Kirimu Kranji-Bekasi
Tak ada sisa heroikmu
Pasar mengerubuti
Daun beringin menua
Menunggu ditebang
Panas merayap
Di sela sela jari yang
Bersijingkat pasrah lesi
O bukan Jakarta yang gerlap yang senyap
Menanti saat pagi
Yang tertinggal matahari
O Jakarta yang terkecipak
Air kanal timur
Wajahmu mengkerut cokelat
Bagiku kau pucat

Rorotan : 20 maret 2023

Secangkir Kopi Magrib di Jakarta

Kopi manis terseduh
Di meja pring di teras
Reriuh lawa tergelepar
Di rerimbunan wit jambu bol
Menabrak petang yang bergegas berjalan
Dikejar malam

Rasa kopi mengulik
Cecuruit serangga melamunkan mendekatkan pasangan yang ditabiri senja
Tak ada yang datang
Apalagi bertandang
Kenangan terusir panas
Kopi yang menjilati bibir
Yang mengering

Manis kopi mencintai
Rembang rembang yang
Bertebaran yang dibawa
Burung burung yang pulang
Kesorean dan hinggap
Di pucuk sarang

Cangkir kopi menghirup
Habis petang sampai malam
Ampas yang tertinggal
Tak lagi kukenal

Rorotan : 20 maret 2023

Mengail di Jakarta

Wit mahoni dan pisang
Menanami empangmu
Gubuk bobrok melupakan
Airmu yang keruh cokelat
Mujaer dan emas
Pernah menggelepar
Di meja makan
Yang tak lagi jadi
Rebutan tangan

Kail terlepas
Umpan pun hilang
Wajah wajah melamun
Di pinggiran empang empang
Tersentak seleret silau
Yang terpantul di atas
Air buram
Bertahan diam

Kali Bekasi mengaliri
Empang empangmu
Yang tak lagi bercerita
Tentang keberanian
Apalagi kegagahan
Yang melawan
Tunduk dicemari pabrik pabrik
Gudang gudang yang mengangkang

Empangmu mencium bau
Beton dan aspal
Kau tetap mengail di situ
Menunggu ikan datang
Dan terkapar

Rorotan-Semarang : 26 maret 2023