Terkini

JPU Tanggapi Eksepsi Haris Azhar dan Fatia 8 Mei 2023

Avatar
×

JPU Tanggapi Eksepsi Haris Azhar dan Fatia 8 Mei 2023

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menanggapi Eksepsi terdakwa Haris Azhar dan Fatia Maulidiyanti pada Senin tanggal 8 Mei 2023 mendatang. Disela-sela agenda Eksepsi terdakwa pencemaran nama baik Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) menilai dakwaan JPU cacat formil dan prematur.

Namun, JPU Dwi Antoro menepis semua isi Eksepsi terdakwa yang telah dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Pihaknya juga akan menyampaikan syarat formil dan materil untuk menjawab bantahan terhadap terdakwa.

“Tadi hakim telah mempersilahkan kepada jaksa untuk menyusun tanggapan atas Eksepsi atau nota pembelaan dari penasehat hukum dan para terdakwa. Tim jaksa penuntut umum akan memberi tanggapan nanti,” kata Dwi, Selasa (18/4/2024).

Kemudian, ia menambahkan bahwa surat dakwakan yang telah dibacakan dimuka persidangan dianggap telah memenuhi kedua syarat tersebut.

Atas dasar itu, Haris dan Fatia didakwa melanggar Pasal 27 ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang ITE, Pasal 14 ayat 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946, Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946, dan Pasal 310 KUHP. Terhadap 4 pasal tersebut di juncto Pasal 55 ayat 1 KUHP.

“Kami mempunyai keyakinan bahwa surat dakwaan yang kami susun, yang kami bacakan di persidangan terlebih dahulu memenuhi syarat formal dan materil. Demikian terimakasih,” ujar JPU.

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dan Direktur Eksekutif Lokataru Haris Azhar kini duduk sebagai terdakwa di PN Jaktim.

Haris dan Fatia dilaporkan berdasarkan video dengan tajuk “Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-Ops Militer Intan Jaya” yang diunggah melalui akun Youtube milik Haris Azhar.

Dalam video tersebut dibahas tentang laporan dari Koalisi Bersihkan Indonesia yang mengangkat isu bisnis para pejabat atau purnawirawan TNI di tambang emas atau rencana eksploitasi wilayah Intan Jaya, Papua.

Sementara, Cokorda Gede Arthana selaku ketua majelis hakim PN Jaktim memutuskan sidang ditunda dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 8 Mei 2023. Ia menjelaskan nantinya sidang beragendakan putusan sela terhadap kedua terdakwa.

Hal yang menjadi pertimbangan majelis hakim terkait penundaan ini diantaranya memasuki Hari Raya Idul Fitri 1444H. Selain itu, bertepatan dengan Hari Buruh pada 1 Mei 2023.

“Menunda persidangan ini ke tanggal 8 Mei 2023. Memang jadwal kita setiap hari Senin. Senin depan kita sudah libur, tanggal 24 (April) masih libur. Senin depannya lagi pas tanggal 1 pas dengan tanggal merah,” tutur majelis hakim. [rif]