Kesehatan

Kaki Tiba-Tiba Lemas! Gejala Hipokalemia, Berikut Penyebab dan Cara Mengobatinya

Alfin Hidayat
×

Kaki Tiba-Tiba Lemas! Gejala Hipokalemia, Berikut Penyebab dan Cara Mengobatinya

Sebarkan artikel ini
hipokalemia
Ilustrasi foto: Pexels.com/Anete Lusina

Hipokalemia bukan hanya melumpuhkan organ gerak, tapi juga bisa melumpuhkan organ dalam dan bahkan jantung

BARISAN.CO – Apakah Anda merasakan tiba-tiba kaki lemas sehingga jalanpun agak kesulitan. Hal ini terkadang dianggap sebagai tanda-tanda stroke. Melemahnya kekuatan pada kaki bisa karena kekurangan kalium atau bisa disebut mengalami hipokalemia.

Hipokalemia adalah kondisi medis yang terjadi ketika kadar kalium dalam darah berada di bawah batas normal, yaitu kurang dari 3.5 miliekuivalen per liter (mEq/L).

Menurut dr. Reinaldo Alexander, Sp.PD dikutip dari Channel YouTube RS Cepat Waras, hipokalemia bukan hanya melumpuhkan organ gerak, tapi juga bisa melumpuhkan organ dalam dan bahkan jantung.

Lebih lanjut dr. Reinaldo Alexander menjelaskan bahwa kalium atau potasium itu salah satu elektrolit utama di tubuh khususnya di dalam sel.

“Fungsinya sangat penting, soalnya potasium ini menjaga stimulasi saraf dan juga untuk kontraksi otot-otot. Makanya kalau seseorang kekurangan kalium gejalanya tuh bisa paralisis atau kelemahan otot,” jelasnya.

Selain itu menurut dr. Reinaldo Alexander, dan ini tidak hanya terjadi di otot gerak saja atau otot rangka tapi bisa otot polos di organ dalam. Bahkan otot jantung makanya potensi bahayanya nih sangat tinggi kalau sampai kekurangan kalium.

“Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya karena kurang asupan sayur atau buahnya kurang,” imbuh dr. Reinaldo Alexander .

Kalium merupakan elektrolit penting yang berperan dalam berbagai fungsi seluler, terutama dalam menjaga keseimbangan cairan dan fungsi otot, termasuk detak jantung.

Selain itu hipokalemia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti diet rendah kalium, gangguan penyerapan di saluran pencernaan, penggunaan obat-obatan tertentu, atau kondisi medis tertentu seperti penyakit ginjal atau gangguan hormon.

Gejala hipokalemia bervariasi tergantung pada tingkat keparahan. Akan tetapi termasuk kelemahan otot, kebingungan, aritmia jantung, dan dalam kasus yang lebih parah, dapat menyebabkan masalah serius pada jantung dan otot.

Sebab hipokalemia dapat memiliki dampak serius terhadap kesehatan, penting bagi individu yang berisiko atau mengalami gejala untuk mencari perawatan medis dan mengkonsultasikan dengan profesional kesehatan untuk diagnosis dan pengelolaan yang tepat.

Pengelolaan hipokalemia melibatkan penentuan penyebabnya dan memulai terapi yang sesuai. Ini dapat mencakup penyesuaian diet untuk meningkatkan asupan kalium, menghentikan atau mengganti obat-obatan yang berkontribusi pada hipokalemia, atau memberikan suplemen kalium.

Dalam kasus yang parah atau darurat, terapi intravena dapat diperlukan untuk dengan cepat mengembalikan kadar kalium dalam darah ke tingkat yang aman.

Cara Mencegah dan Mengobati Hipokalemia

Setelah mengetahui beberapa faktor dan penyebab terjadinya kekurangan kalium yang dapat menyebabkan kaki lemas ataupun menimbulkan gejala lain.

Perlu diupayakan pencegahan dan mengobatinya ketika sudah mulai ada tanda-tanda terjangkit. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil untuk mencegah dan mengobati hipokalemia:

1. Konsumsi Makanan Kaya Kalium

Memilih makanan yang kaya akan kalium, seperti pisang, alpukat, kentang, sayuran hijau, tomat, ikan, dan daging tanpa lemak, dapat membantu mempertahankan kadar kalium dalam tubuh.