Puisi

Kata Bagi Pencerita – Puisi Eko Tunas

Eko Tunas
×

Kata Bagi Pencerita – Puisi Eko Tunas

Sebarkan artikel ini
pencerita
Ilustrasi: Barisan.co

KATA BAGI PENCERITA

Cerita apalagi yang mesti aku tulis katamu pada sang
pada angan melabuh di semata putih hari-hari sayang
Kisah telah aku rangkai dalam ribuan paragraf
dalam selisikku di setiap tanda-tanda suar epitaf
Selalu di sinaran ufuk perahuku terantuk karang
garang di hidup tak selamanya indah di rembang.

Ataukah mesti aku sudahi di sudah hari melelah
di penutup puisi atau prosa hidup tak kunjung menyerah
Jumbuh di jumpa antara sunyi dan pikuk dunia hilang cinta
aduh mengaduh aku tak juga memahami ini derita
Kecuali aku bawa dalam kepenatan tanpa tepiku
sampai nanti hingga akhir di setiap cerita.

Inikah rindu dirindu jiwa kehilangan aku dan kau
di sunyata waktu dan hak atas hidupku sendiri
Lalu tanggungjawab penuh bahwa aku manusia
ya, aku hidup di kedua sisi demarkasi rasa dan raga
Hingga tak kuasa aku kuasakan pada sang maha
hilang o lenyap aku dalam kisah cerita tercintaku.

Semarang 27 Februari 2023

KATA BAGI SANG KALAM

Dari buku yang aku baca dan aku buat untukmu
hanya untukmu hidup dan mata jiwaku kekasihku
Aku tulis di sepanjang perjalanan terpanjangku di belahan bumi antara sepi dan rinduku pada jalan sendiriku
Kenang apa yang mesti aku angan kalamkan
aku pertaruhkan untukmu jiwa cecintaku.

Selalu aku rindu kembali ke pelukan bagai bunda
tak lain karena sadarku bahwa aku kekasihmu
Setelah tualang ini tak ada yang lebih indah dari dambamu
Orang pinggiran dan yang terbuang dari kahanan
adalah oleh-oleh dan airmata pelengkap derita
Jadi jangan abaikan tiap langkah jangkauku
untuk menjangkau pelukan rindumu jua.

Bukan karena diamku adalah alpa cintaku
tapi inilah aku dan inilah dunia yang aku sandang
Sebagaimana korban dikorbankan oleh zaman
mesti aku tulis serta beritakan bagi sesama
Hingga sampai di puncak penat ragaku
jiwaku tak mati-mati bagimu kekasih hatiku
Mungkin tak ada lagi nama di lembar prosaku
tapi carilah cintaku di puisi setiap kalamku.

Semarang 27 Februari 2023