Opini

Kenapa Harus Perang Saudara dalam Penegakan Hukum?

Syaiful Rozak
×

Kenapa Harus Perang Saudara dalam Penegakan Hukum?

Sebarkan artikel ini
Hukum
Ilustrasi: Sora Shimazaki/pexels.com

Melihat tidak efektifnya cara berhukum yang demikian, kenapa tidak mencari cara yang lain? Korupsi sudah dikategorikan sebagai kejahatan luar biasa (extra-ordinary crime) ditambah dengan dilakukan secara kolektif (berjamaah). Menghadapi situasi yang sudah demikian parah, Satjipto Rahardjo menawarkan dengan apa yang disebut berhukum dengan luar biasa.

Asumsinya korupsi adalah kejahatan luar bisa, untuk itu penanganannya pun harus dilakukan dengan cara luar biasa. Penegak hukum tidak perlu terbelenggu oleh undang-undang dalam menegakkan keadilan. Pekerjaan hukum tidak hanya melakukan rule making (membuat dan menjalankan) tetapi sesekali dalam keadaan tertentu juga melakukan rule breaking (terobosan). Disamping itu perlu membangun kultur kolektif dari para penegak hukum untuk bersatu melawan korupsi.

Kita berharap bisa melihat, jaksa tidak lagi berhadapan dengan hakim; advokat tidak lagi bertempur melawan jaksa, polisi dan seterusnya. Musuh besar dan jahat yang dihadapi oleh penegakan hukum adalah korupsi, bukan melakukan “perang saudara” antar sesama unsur penegak hukum. (Satjipto Rahardjo, 2010: 135)


Syaiful Rozak, Mahasiswa Hukum Universitas Muhammadiyah Kudus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *