Terkini

Kredit Tumbuh Loyo: Saran Ekonom Senior Indef, Pemerintah Berikan Insentif untuk Sektor Riil

Beta Wijaya
×

Kredit Tumbuh Loyo: Saran Ekonom Senior Indef, Pemerintah Berikan Insentif untuk Sektor Riil

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Pada Diskusi Publik Ekonom Perempuan Indef yang berlangsung secara daring di Jakarta, Aviliani, seorang ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), mendorong pemerintah untuk memberikan insentif kepada sektor riil guna mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan.

Menurutnya, sektor riil dalam negeri belum memiliki regulasi yang memadai, menyebabkan setiap pelaku usaha menerapkan kebijakan yang berbeda.

“Tapi, ini bisa dilakukan oleh pemerintah, seperti dengan mengerahkan insentif,” ujar Aviliani dalam Diskusi Publik Ekonom Perempuan Indef yang dipantau secara daring di Jakarta, Kamis kemarin.

Aviliani menekankan bahwa langkah ini, pemerintah bisa mengambil melalui pemberian insentif, sebagaimana yang telah terlaksana sebelumnya dalam insentif pajak untuk mobil dan motor. Dalam Diskusi tersebut, Aviliani menyampaikan bahwa insentif semacam itu dapat memicu peningkatan permintaan kredit, terutama dalam sektor konsumsi.

Efek dari insentif pajak mobil dan motor sudah terbukti mendorong permintaan kredit yang signifikan. Inilah langkah yang harus tersolusikan oleh pemerintah untuk merangsang permintaan dari sektor perbankan.

“Jadi, ada kredit konsumsi yang meningkat karena adanya insentif dari pemerintah. Inilah yang harus dibuat oleh pemerintah untuk meningkatkan permintaan dari perbankan,” ungkap Aviliani.

Sebagai informasi, pertumbuhan kredit perbankan pada November 2023 kembali naik menjadi 9,74% YoY, meski pertumbuhannya belum cetak 2 digit angka. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari pada bulan sebelumnya, capai 8,99% YoY. Dan pada September 2023 pun, pertumbuhan kredt capai momen rendah sampai 8,70%. Tentu hal ini, menyebabkan likuiditas menumpuk di bank itu sendiri.

Lanjut, Aviliani menjelaskan bahwa situasi ini terjadi akibat minimnya permintaan dalam sektor perbankan. Banyak bank menaruh uang di BI karena tidak adanya permintaan. Jadi, jangan keliru, bank tidak memberikan kredit karena tanpa adanya permintaan, mereka tidak dapat memberikan kredit.

“Bank menaruh uang di BI karena tidak ada permintaan. Jadi, jangan kebalik, bank tidak kasih kredit karena kalau tidak ada permintaan tidak mungkin bank bisa kasih kredit,” pungkas Aviliani. [Yat]