Puisi

Kudeta di Kahyangan – Puisi Edhie Prayitno Ige

Edhie Prayitno Ige
×

Kudeta di Kahyangan – Puisi Edhie Prayitno Ige

Sebarkan artikel ini
kahyangan
Ilustrasi foto: Unsplash/Artem Beliaikin

kudeta di kahyangan

para dewa gemar bersilaturahmi
agar panjang umur dan banyak rejeki
mendapat anugerah Gusti
dan menjadikan mereka
sebagai gusti alternatif
bagi seluruh makhluk

kidung-kidung pengusir roh jahat dilantunkan
agar tak mendapat gangguan suatu apa

mereka bertemu dan ngobrol di istana
yang seluruhnya dibeayai penghuni semesta
tentang sekte-sekte yang mereka ajarkan
lalu bersepakat hendak menyatukan diri

“Kami ngobrol tiga jam
tentu banyak yang kami bicarakan
tentang rencana menyatukan sekte
agar makhluk kahyangan tak bingung,” kata mahadewa Bathara Kodhok

“Mengapa Bathara Ambyar, Bathara Kompyang dan Bathara Rempeyek tak diundang njih?” ada yang bertanya

“Lha mereka kan sudah ada kesepakatan menyatukan sekte mereka sendiri. Nggak efektif dong. Ini biasa dalam kerja-kerja dewa,” jawab mahadewa

“Kok tempatnya di istana kahyangan yang dibeayai seluruh penghuni kahyangan termasuk tiga Bathara dan pengikutnya?”

“Ya ndak papa to, wong kami juga membahas pembangunan kahyangan kok. Jangan suka cari-cari kesalahan.”

“Ngomong-ngomong menu yang disajikan tadi apa ya?”

“Lumayan komplit. Mulai kambing guling sampai bandeng srani.”

obrolan berhenti
para penjaga istana di kahyangan bergerak
makhluk kurang ajar yang bertanya tadi
langsung ditangkap dan disuruh tinggal bersama kadal dan buaya

obrolan penyatuan sekte berlanjut
sambil hahahihi ngakak para dewa yang diundang diminta presentasi
apa yang hendak mereka lakukan
dan mencari pengganti Bathara Kodhok sebagai mahadewa baru

semua sepakat
hendak membangun kahyangan sesuai bidangnya
ada yang menawarkan membangun jembatan penghubung dunia akhirat
ada yang menawarkan membangun istana
para demit
ada juga yang menawarkan membangun jalan tol darat laut udara

“Semua baik. Semua peduli. Terima kasih sekali. Jangan lupa bahwa kalian bisa seperti sekarang karena aku. Aku masih punya anak, punya cucu. Intinya tetap terima kasih.”

pertemuan bubar
mereka mulai menjalankan tugas seperti yang diinginkan mahadewa Bathara Kodhok
ada yang menguras laut
ada yang menyaring dan mengemas udara untuk dijual kepada penghuni kahyangan
ada juga yang mengurusi pengemis sambil mengemis dukungan pada tiga dewa yang tak diundang

makhluk kahyangan semua diam
takut memprotes
karena diancam hidup bersama kadal dan buaya yang berpenyakit menular
penyakit munafik

Tanjungsari,2023

kerupuk

sekepal tepung tapioka
dicampur dengan bahan lain
kemudian dipipihkan setipis mungkin
dijemur digoreng
kemriyuk
membuat gaduh mulut

para koruptor diselidiki
ditangkap diadili
dihukum dan harus membayar denda
kemudian dibebaskan
disambut meriah
sambil berpidato
ia adalah korban politik
dan kasusnya dipaksakan

“Setelah mendengar menimbang
dan menyimpulkan
maka dengan sangat bangga
kami akan menganugerahkan
gelar bapak antikorupsi
mengangkat sebagai duta antikorupsi
dan akan membangun monumen
serta patung beliau
menggunakan APBN dan APBD,” kata sang petinggi

sejak itulah
para pemuja turun gelanggang
digandeng para dewa
lalu ramai-ramai menghajar
siapapun yang berbeda pendapat

negeri semakin ayem
standar etika menyempurna
dewa-dewi harus menyiapkan dinastinya sebelum pensiun
orang-orang harus tetap membayar pajak dan mengusulkan kenaikannya