Video

Lagu Nasyid Inilah Jalanku, Cara Gus Abdul Qohir Dekatkan Abah Anies Baswedan dengan Santri Gen Z

Lukni Maulana
×

Lagu Nasyid Inilah Jalanku, Cara Gus Abdul Qohir Dekatkan Abah Anies Baswedan dengan Santri Gen Z

Sebarkan artikel ini
nasyid Inilah Jalanku
Gus Abdul Qohir

BARISAN.CO – Gus Abdul Qohir dari Pondok Pesantren Al Muchtar, Perwira Bekasi Utara sumbang lagu Nasyid berjudul Inilah Jalanku. Lagu nasyid ini didedikasikan untuk Calon Presiden Anies Baswedan dan upaya pendekatan kepada santri Gen Z dan milenial.

Gus Abdul Qohir mengatakan pembatasan kegiatan kampanye politik di tempat pendidikan termasuk Pondok Pesantren membuat para santri dan santriwati yang masuk kategori usia pemilih pemula alias kaum gen Z, kurang tersentuh dengan pemaparan visi misi para Capres-Cawapres terutama di masa kampanye seperti ini.

“Inilah yang saya rasakan dan terlebih kurangnya literasi politik,” terangnya kepada Barisan.co, Jumat (5/1/2023).

Gus Abdul Qohir memiliki perhatian khusus bahwa dunia pesantren terutama pemilih muda (Gen Z) di lingkungan pesantren tidak mendapatkan literasi politik yang cukup untuk bisa menelisik visi misi dan memilih pemimpin selanjutnya yang tepat untuk negeri ini.

Kekhawatiran ini membuat Gus Abdul Qohir, yang saat ini tengah menyelesaikan studinya di jurusan Islamiyah Syariah, Universitas Al Azhar, Kairo Mesir, menyumbangkan sebuah Lagu Nasyid berjudul “Inilah Jalanku”.

“Lagu ini dicitpakan tahun lalu untuk pasangan Capres-Cawapres yang ia kagumi yakni Pasangan No urut 1, Anies Baswedan dan Gus Muhaimin (AMIN),” ujarnya.

Gus Abdul Qohir yang juga lulusan dari Pondok Pesantren Gontor ini berharap lagu ciptaannya bisa diterima dengan baik oleh pasangan AMIN dan juga bisa bermanfaat membantu untuk lebih memperkenalkan sosok AMIN di kalangan para santri dan lingkungan pondok pesantren.

“Pasangan AMIN ini kan berasal dari kalangan pondok dan juga kalangan pendidik, cocok dengan Marwah lag Inilah Jalanku; yang kembali mengingatkan Para Orang Tua, santri dan kita semua akan hakikat dan tujuan untuk ‘mondok’ mencari ilmu,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, ustadz dari kalangan Gen Z ini ternyata juga senang mengikuti fenomena live streaming Capres Anies Baswedan di platform Tiktok.

“Kalau lihat Abah Anies Live tuh rasanya heartwarming banget. Saya merasa nasihat Abah Anies related dengan masalah kaum Gen-Z di Indonesia, kebapakan bangetlah, cocok buat anak Gen-Z yang mengalami Fatherless, apalagi menurut riset, Indonesia menempati urutan ketiga teratas Negara Fatherless sedunia,” sambungnya.

Lanjutnya Gus Abdul Qohir juga mengungkapkan kekhawatirannya akan ada kampanye yang cukup meresahkan dengan menjadikan ajaran agama sebagai lelucon.

Ajaran agama dengan pemahaman tentang agama itu berbeda. Agama itu sempurna, sedangkan pemahaman tentang agama tidak. Fanatik soal pemahaman agama saja tidak dibenarkan apalagi fanatic soal politik.

“Menjadikan ajaran agama sebagai bahan lelucon untuk hal politik tidak bisa ditolerir! karena ranah agama adalah ranah sensitif,” pungkasnya.***