Gaya Hidup

Masih Ragu? Ini 3 Tanda Keputusan Resign Kamu Sudah Tepat

Anatasia Wahyudi
×

Masih Ragu? Ini 3 Tanda Keputusan Resign Kamu Sudah Tepat

Sebarkan artikel ini
keputusan resign
Ilustrasi: shutterstock.

Masih ragu mau resign? Yuk, cek tandanya kalau keputusan kamu sudah tepat!

BARISAN.CO – Sangat sulit sebelum mengambil keputusan untuk resign dari pekerjaan. Terlebih jika kita sudah di sana selama bertahun-tahun.

Setelah seluruh waktu, tenaga, dan pikiran telah dicurahkan, ada masanya kita harus berhenti.

Berhenti dari pekerjaan bisa terasa seperti pilihan yang buruk, seperti meninggalkan kolega dan perusahaan.

Bagi sebagian besar orang, berhenti tidak akan menjadi keputusan instan yang kemudian juga mengakibatkan segera meninggalkan pekerjaan. 

Alih-alih, prosesnya biasanya dimulai dengan menyadari bahwa kita ingin meninggalkan peran saat ini, kemudian membuat rencana yang benar-benar memungkinkannya. Apalagi jika pekerjaan itu memang pekerjaan yang kita sukai.

Oleh karena itu, untuk memastikannya, ada 3 tanda yang dapat meyakinkan kita jika resign dari pekerjaan saat ini adalah pilihan yang tepat.

1. Tidak merasa dihargai

Tidak merasa dihargai adalah tanda bahaya yang serius. Perasaan ini bisa datang dalam segala macam keadaan, namun sering kali kita merasa dihargai ketika kita didengarkan.

Dilansir dari Study Finds, 59 persen karyawan mengatakan, mereka tidak pernah memiliki atasan yang benar-benar menghargai pekerjaan mereka. Sedangkan, 29 persen lainnya bahkan rela memberikan gaji selama satu minggu untuk mendapatkan lebih banyak pengakuan dari atasannya. Akibat dari perasaan tidak dihargai ini, 46 persen responden telah meninggalkan pekerjannya.

Selain itu, saat merasa terus diremehkan dan tidak dihargai perusahaan, itu menjadi pertanda yang tepat bagi kita untuk resign. Don’t waste your time!

2. Merasa lelah sepanjang waktu

Kita sama-sama tahu, tekanan mental dapat menjadi pukulan yang sama kuatnya dengan pekerjaan yang menguras tenaga.

Namun, saat kita bangun tidur langsung merasakan beban yang berat karena tekanan tanpa henti. Celakanya ini bisa mengakibatkan kita mengalami depresi. Terlebih, saat atasan tidak menghargai kehidupan pribadi kita. Saat hari libur pun masih memberikan tugas, ini bisa mematikan.

Sehingga, kita kehilangan waktu bersama keluarga atau teman karena terus didesak menyelesaikan pekerjaan. Tidak seorang pun ingin berada dalam situasi di mana mereka terlalu lelah untuk merasa terinspirasi dan terlalu mandek untuk melakukan transisi. Ikuti tanda-tanda fisik yang dikatakan tubuh kita dan dengarkanlah.

3. Tidak mempelajari hal baru

Pada satu titik dalam karir, kita mungkin menyadari tidak ada lagi yang bisa dipelajari termasuk keterampilan baru.

Di zaman modern ini, pekerjaan harus memiliki arti yang bisa memicu kegembiraan. Sering kali, kegembiraan itu datang dari mempelajari keterampilan baru dan menjelajahi topik baru yang membuat kita bersemangat. 

Saat menemukan diri kita dalam posisi di mana tempat-tempat menarik ini tidak kunjung muncul, saatnya kita untuk keluar.

Nah, itulah 3 tanda keputusan kita untuk resign sudah tepat. Satu hal yang harus dilakukan setelah memutuskannya, pastikan resign dengan baik-baik untuk menjaga reputasi propesional dan prospek karir. [dmr]