Opini

Menteri Bahlil ‘Halu’ Akut?

Yayat R Cipasang
×

Menteri Bahlil ‘Halu’ Akut?

Sebarkan artikel ini
Foto: Bloomberg

Bahlil yang memang tugasnya mencari investor seperti susah untuk memberikan penjelasan lagi yang masuk akal. Karena itu yang paling mudah adalah menyalahkan pihak lain.

BELAKANGAN ini publik Indonesia disuguhi oleh berbagai ketidakkonsistenan pernyataan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia cq. Pemerintah. Terutama soal investor asing Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang sampai sekarang tak satu pun yang menanam modalnya di tengah hutan Kalimantan tersebut.

Padahal sebelumnya dengan sangat bombastis, pemerintah menyebut investor asing antre termasuk dari Uni Eropa, Uni Emirat Arab sampai China. Isu investor antre ini cukup bertahan lama dan ternyata setelah ditunggu publik tak juga muncul satu pun. Hanya duit APBN yang terkuras.

Absennya investor asing kemudian dikonfirmasi Presiden Jokowi ketika kunjungan ke Amerika Serikat. Entah kenapa di Amerika Pak Jokowi sangat lugas menyatakan belum ada investor asing yang menanam beton di IKN. Justru di dalam negeri selalu ditutup-tutupi. Sampai di laman resmi IKN saja tidak ada data dan detail investor.

Belakangan Bahlil yang memang tugasnya mencari investor seperti susah untuk memberikan penjelasan lagi yang masuk akal. Karena itu yang paling mudah adalah menyalahkan pihak lain.

Nah, kebetulan yang paling kencang mengkritik dan juga mewacanakan tidak melanjutkan pembangunan IKN adalah Timnas Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar (AMIN).

Maka semakin mantaplah, Bahlil menuding AMIN sebagai biang kerok absennya investor asing ke IKN. Padahal menurut Co Captain Timnas AMIN Tom Lembong, sejak awal asing sudah tak tertarik dengan IKN.

“Itu (ucapan Bahlil) nonsense (omong kosong) lah. Investor kan sudah ragu dari awal, bukan ragu sekarang. Ya kan?” kata Thomas seperti dikutip detik.com, usai Diskusi Publik Timses Capres Cawapres di Auditorium CSIS, Jakarta Pusat, Rabu (6/12/2023).

Namun, pernyataan Tom tersebut malah disangkal Bahlil bahwa mantan Menteri Perdagangan tersebut tengah berhalusinasi.

“Itu halusinasi. Jadi orang-orang yang merasa benar terhadap pemikirannya tanpa melihat kondisi objektif, tapi memaksakan kehendak untuk orang percaya terhadap apa yang disampaikan itu namanya halusinasi,” kata Bahlil seperti dikutip dari Bisnis.com, Kamis (7/12/2023).

Loh, bukannya salah tuding? Bukankah justru Bahlil yang tengah berhalusinasi. Kepala Otorita IKN Bambang Susantono saja mengakui investor asing susah masuk ke IKN lantaran berbagai alasan.

Dalam sebuah kesempatan ia menjelaskan, calon investor itu bisa deal bisa juga tidak. Mereka juga pasti berhitung untung rugi.

Menurut Bambang, dalam realisasinya proses investasi langsung harus melalui tahapan yang panjang. Sebelum mantap melakukan proses investasi tersebut perusahaan asing perlu mempelajari lebih dalam mengenai IKN.

Kalau mencermati penjelasan Bambang, maka dipastikan yang ‘halu’ itu Menteri Bahlil!