Berita

Oleh-oleh Jokowi dari lawatan ke Cina; Dari IKN Hingga Pembukaan Akses Pasar Produk Pertanian

Avatar
×

Oleh-oleh Jokowi dari lawatan ke Cina; Dari IKN Hingga Pembukaan Akses Pasar Produk Pertanian

Sebarkan artikel ini
Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping menghadiri pertemuan bilateral (Foto: Istana Kepresidenan Indonesia/Handout via REUTERS)

BARISAN.CO – Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdana Kusuma pada Sabtu, (29/7/2023) usai lawatan selama 2 hari ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) atau Cina.

Selama di RRT, Presiden Joko Widodo melakukan serangkaian kegiatan, dimulai dari pertemuan bilateral bersama Presiden Xi Jinping, bertemu dengan sejumlah pemimpin perusahaan RRT, hingga menghadiri upacara pembukaan Chengdu 2021 FISU World University Games.

Tawarkan 34.000 Ha Lahan IKN

Saat kongkow dengan pimpinan perusahaan di Chengdu, China, Jokowi menawarkan lahan yang siap pakai di IKN Nusantara. Luasnya mencapai 34.000 hektare (ha).

“Ada 34 ribu ha lagi yang sudah siap lahannya dan bisa dimasuki oleh investor untuk properti, untuk kesehatan rumah sakit misalnya, untuk pendidikan, universitas dan juga untuk infrastruktur,” ujar Jokowi, dikutip YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (29/7/2023).

Jokowi menekankan, Indonesia terbuka untuk mendengarkan masukan dari pengusaha China. Ia juga meminta pengusaha yang hadir untuk menyampaikan apabila menemui kendala saat berinvestasi di Indonesia.

“Saya tahu (pengusaha) di sini sudah banyak yang masuk (investasi), mungkin bisa menyampaikan kepada rekan yang lain apakah ada kesulitan, apakah ada problem, saya kira bisa disampaikan,” jelasnya.

Pembangunan IKN sendiri telah dimulai pada tahun lalu, khususnya untuk Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP). Ia menargetkan kegiatan pemerintah pusat bisa dipindah ke IKN pada tahun depan.

“Kita harapkan, setelah itu, tahun ini swasta bisa mulai masuk baik untuk kesehatan, baik untuk pendidikan, research dan data center,” ujarnya.

8 Kesepakatan Jokowi – Xi Jinping

Sehari sebelumnya, Kamis (27/7/2023), Presiden Jokowi dan Presiden China Xi Jinping menyepakati delapan kesepakatan saat bertemu di Chengdu.

“Pertama, plan of action dari MoU kesehatan,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam keterangan pers yang disaksikan melalui tayangan video akun YouTube Sekretariat Presiden.

Retno merinci delapan kesepakatan dari kedua negara yang dihasilkan, yakni pertama, Action Plan atau rencana aksi kerja sama bidang kesehatan, dan kesepakatan kedua meliputi protokol pembukaan akses pasar produk pertanian untuk komoditas tepung porang.

Selanjutnya, kesepakatan ketiga meliputi protokol pembukaan akses pasar produk pertanian untuk komoditas bubuk tabasheer dari Indonesia ke China.

Sementara itu, menurut Retno, kesepakatan keempat yang disepakati Jokowi dan Xi adalah soal kerja sama riset dan pengembangan industri pemuliaan tanaman (plant breeding) dan budidaya laut.

Kesepakatan kelima, kata Retno, soal kerja sama RI-China terkait transfer pengetahuan dan pengalaman untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam kesepakatan keenam, kedua negara setuju meneken Nota Kesepahaman (MoU) tentang peningkatan kerja sama Indonesia-China “Two Countries, Twin Parks”.

Kesepakatan ketujuh, yakni nota kesepahaman tentang kerja sama ekonomi dan teknis, dan kesepakatan kedelapan, nota kesepahaman tentang pendidikan bahasa Mandarin. [rif]