Terkini

Oxfam: Setiap Detik, 60 Orang Jatuh Miskin karena Tagihan Medis

Anatasia Wahyudi
×

Oxfam: Setiap Detik, 60 Orang Jatuh Miskin karena Tagihan Medis

Sebarkan artikel ini

Investigasi Oxfam menemukan bagaimana pendanaan negara kaya memeras negara berpenghasilan menengah dan rendah.

BARISAN.CO – Akhir Juni lalu, Oxfam merilis dua laporan investigasi pendanaan Lembaga Keuangan Pembangunan (DFI) ke rantai rumah sakit swasta dan perusahaan perawatan kesehatan nirlaba yang beroperasi di Global Selatan.

Dalam laporan tersebut, Oxfam memperoleh lima poin besar. Pertama, rumah sakit memeras dan memenjarakan pasien termasuk bayi yang baru lahir. Selanjutnya, mereka mencari untung dan secara rutin membebani pasien ke dalam kebangkrutan dan kemiskinan.

Ketiga, pasien tidak mampu ditolak. Masih dari laporan itu juga, rumah sakit terlibat dalam trik pajak, kecurangan harga, dan kelalaian medis yang menyebabkan kematian. Dan terakhir, laporan itu menuding pendanaan DFI gagal mencegah pelanggaran hak asasi manusia termasuk perdagangan organ.

Pemimpin kebijakan kesehatan Oxfam Internasional, Anna Marriott mengatakan, selama beberapa dekade, negara-negara kaya terikat teori dana publik dapat menanggung sektor swasta untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah mengembangkan sektor kesehatan mereka. Marriott menyebut, cara itu terbukti menjadi panduan bankir negara kaya dalam perawatan kesehatan global.

Dia menambahkan, investor super kaya dan pemilik perusahaan layanan kesehatan menjadi pemenang.

Oxfam menyelidiki investasi DFI Eropa ke sektor kesehatan swasta yang berkembang pesat di negara-negara Global Selatan. Terungkap, 56 persen investasi kesehatan antara tahun 2010 hingga 2022 masuk ke perusahaan perawatan kesehatan swasta di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Meski nilainya mencapai US$2,4 miliar, Oxfam justru mengungkapkan, sebagian besar dari investasi kesehatan ini diinvestasikan kembali melalui jaringan perantara keuangan yang berlokasi di suaka pajak seperti Mauritius, Jersey, dan Kepulauan Cayman.

Akuntabilitas publik dari investasi ini juga sangat minim. Sehingga, Oxfam meragukan DFI mampu meningkatkan akses ke perawatan kesehatan bagi orang yang hidup dalam kemiskinan.

“Separuh populasi dunia tidak bisa mendapatkan layanan kesehatan esensial. Setiap detik, enam puluh orang jatuh miskin karena tagihan medis,” terang Marriott.

Oxfam menyerukan, pemerintah harus menghentikan semua pendanaan DFI untuk perawatan kesehatan swasta dan penyelidikan independen.

“Pemerintah Global Selatan juga harus meningkatkan dan lebih tegas dalam mengarahkan investasi publik asing ke hasil kesehatan yang lebih baik bagi rakyatnya,” lanjut Marriott. (Yat)