Berita

Paling Sering Rombak Kabinet, Sudirman Said: Jokowi Tidak Punya Pola

Anatasia Wahyudi
×

Paling Sering Rombak Kabinet, Sudirman Said: Jokowi Tidak Punya Pola

Sebarkan artikel ini

Dari banyak nama menteri yang diganti, paling menyita perhatian adalah Arcandra Tahar. Arcandra menjabat hanya selama 19 hari saja dari 27 Juli 2016-15 Agustus 2016.

BARISAN.CO – Sudirman Said Mantan Menteri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, di awal jabatan, Jokowi merupakan sosok yang berintegritas.

“Jokowi meminta para menterinya yang menjabat sebagai pengurus partai untuk mundur,” kata Sudirman dalam Diskusi Pakar Vol. 14: 9 Tahun Kepemimpinan Jokowi: Berevolusi Mental Gagal & Reformasi Makin Dikorupsi, Jumat (27/10/2023).

Pada Sidang Kabinet tanggal 28 Oktober 2014, Jokowi kembali menegaskan kembali pernyataannya tersebut. Selanjutnya, para menteri ramai-ramai mundur dari jabatan pengurus partai. Dari NasDem, ada Ferry Muryidan Baldan, Siti Nurbaya dan Tedjo Edy Purdjianto. Sedangkan, Tjahjo Kumolo mengundurkan diri dari posisinya sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDI-P dan anggota DPR.

Namun, lanjut Sudirman, itu hanya berlaku sekitar 3-4 bulan saja. Menurut Sudirman, Jokowi tidak punya pola kerja.

“Sebagai contoh, saya diberi tugas memberantas mafia migas Petral. Tapi kemudian, saya dipanggil dalam rapat terbatas dengan dua menteri lainnya yang diundang memberi peringatan tentang risikonya,” tambah Sudirman.

Memberantas mafia migas memang menjadi agenda Jokowi. Sehingga, Sudirman bingung dengan sikap Jokowi yang tetiba berubah.

“Yang menarik, dalam satu kesempatan, Jokowii menjelaskan seolah menteri-menterinya takut. Padahal, yang khawatir Jokowi, tapi menterinya yang disebut takut,” ungkap Sudirman.

Ketua Institut Harkat Negeri (IHN) ini menambahkan, ketiadaan pola tersebut juga berlaku dalam perombakan kabinet.

Selama dua periode, Presiden Joko Widodo berulang kali melakukan reshuffle (perombakan) kabinet. Dari penelusuran Barisanco, Menteri Perdagangan yang paling banyak diganti. Baik periode pertama dan kedua dua kali, Jokowi dua kali mengganti Menteri Perdagangan.

Namun dari banyak nama menteri yang diganti, paling menyita perhatian adalah Arcandra Tahar, yang menggantikan posisi Sudirman Said saat itu. Arcandra menjabat hanya selama 19 hari saja dari 27 Juli 2016-15 Agustus 2016. Arcandra diganti setelah munculnya polemik status kewarganegaraannya.

Setelah dicopot, Luhut Binsar Pandjaitan menggantikannya. Kemudian pada 14 Oktober 2016, Arcandra diangkat menjadi wakil menteri ESDM dan Ignasius Jonan sebagai menteri ESDM. Tepat sebulan setelahnya, Arcandra juga diangkat menjadi Wakil Komisaris Utama Pertamina.

Sudirman menyebut, apa yang terjadi hari ini adalah akumulasi dari kebohongan Jokowi. Dampaknya, sambung Sudirman, MK sebagai guardian of constitution di Google Maps berubah menjadi Mahkamah Keluarga.

“Coba bayangkan, ketika elitnya bersikap korup menularkan bawahannya. DPR, DPD, sejumlah wakil DPR, sekretaris MK, Gubernur dan Menteri banyak yang masuk penjara. Coba bayangkan, ketika elitnya bersikap korup menularkan bawahannya,” tegas Sudirman.

Mantan Menteri Sosial, Idrus Marham terbilang menjabat dalam waktu singkat. Mulai menjabat mulai 17 Januari 2018, Idrus mundur pada 24 Agustus 2018 terseret kasus korupsi. Idrus bahkan menjadi menteri Kabinet Kerja pertama yang ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Politisi Partai Golkar ini diduga menerima suap terkait proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt.