EkonomiTerkini

Pasca Pandemi Rasio Profitabilitas BPR Semakin Mengecil, Sejalan dengan Kenaikan NPL

Beta Wijaya
×

Pasca Pandemi Rasio Profitabilitas BPR Semakin Mengecil, Sejalan dengan Kenaikan NPL

Sebarkan artikel ini

BARISAN.CO – Bank Perekonomian Rakyat (BPR) merupakan bank untuk memberikan layanan keuangan kepada masyarakat, baik kelas menengah ke bawah. Saat ini BPR sedang mengalami kondisi sangat memprihatinkan terkait profitabilitasnya. Hal ini terjadi karena tingginya Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah. NPL yang semakin tinggi ini mempengaruhi besaran rasio profitabilitasnya dan menyebabkan angkanya cenderung menurun.

Bahwa kondisi NPL di BPR tidak hanya terjadi saat pandemi Covid-19 saja, karena 2 tahun sebelumnya. NPL di BPR sudah mengalami kenaikan. Pada kuartal 1 tahun 2018 sebesar 6,81% dan terus meningkat hingga kuartal 2 sebesar 7,15%. Selanjutnya kuartal 3 sebesar 7,16% dan kuartal 4 sebesar 6,37%.

Tren naik NPL di BPR tersebut juga terus berlanjut pada tahun 2019. Pada kuartal 1, NPL mengalami kenaikan menjadi 6,94%, kuartal 2 sebesar 7,25%, kuartal 3 sebesar 7,34%, dan di akhir 2019 turun sedikit menjadi 6,81%.

Tepat 2 tahun pandemi yaitu tahun 2020 sampai tahun 2021, NPL di BPR semakin meningkat, tercatat pada kuartal 1 tahun 2020 sebesar 7,95%, kuartal 2 sebesar 8,44%, kuartal 3 sedikit turun menjadi 8,09%, dan akhir 2020 turun sebesar 7,22%, meskipun masih cukup tinggi dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya.

Pada 2021, NPL di BPR cenderung stabil, meski pada kuartal 1 sebesar 7,29% dan kuartal 2 sebesar 7,46%, tetapi pada kuartal 3 mengalami kenaikan lagi menjadi sebesar 7,53% dan di akhir tahun 2021 turun menjadi 6,72%.

Namun, pasca pandemi pada tahun 2022 dan data update OJK Agustus 2023. Tercatat masih terjadi kenaikan tren NPL dan angkanya menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Pada 2022, NPL di BPR mencapai 7,44% di kuartal 1, kuartal 2 naik hingga 7,80%, kuartal 3 naik menjadi 8,12% dan akhir 2022 turun menjadi 7,89%.

Kenaikan tren NPL tersebut terus berlanjut pada tahun 2023. Pada kuartal 1, NPL meningkat menjadi 8,51%, kuartal 2 naik drastis hingga mencapai 9,27%, dan di bulan Agustus angkanya naik lagi menjadi 10,13%.

Jika kita mencermati pola angka pertumbuhan NPL, bahwa penurunan biasanya terjadi pada kuartal akhir tahun dari tiap periode kuartal di tahun yang sama. Namun, jika memperhatikan secara seksama pada tiap kuartal ke-3, angka NPL cenderung meningkat tinggi, dan. Kecenderungan ini tentu saja berdampak pada kualitas profitabilitas BPR.

Rasio Profitabilitas BPR Semakin Mengecil

Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kondisi profitabilitas BPR, dapat dilihat dari analisis ROA (Return On Asset). ROA pada BPR sesuai dengan perumusan OJK yaitu EBT (Earning Before Tax) dibagi total aset secara rata-rata bulanan selama 12 bulan.

Pencapaiannya menunjukkan bahwa ROA pada BPR semakin menurun. Pada tahun 2022, ROA di kuartal 1 mencapai 1,76%, di kuartal 2 sebesar 1,68%, kuartal 3 sebesar 1,78% dan kuartal akhir sebesar 1,74%. Pada tahun 2023, angka ROA semakin mengecil. Kuartal 1 mencapai 1,84%, kuartal 2 sebesar 1,27%. Dan kuartal 3 yang berjalan di bulan Agustus menjadi 1,24%.

Secara tahunan, nilai ROA tersebut tercatat sangat terdepresiasi. Dari Agustus 2022 sebesar 1,77% turun di bulan Agustus 2023 menjadi 1,24%, sehingga pertumbuhannya sebesar -29,60%.