Kesehatan

Polusi Suara Kendaraan Tingkatkan Risiko Hipertensi

Anatasia Wahyudi
×

Polusi Suara Kendaraan Tingkatkan Risiko Hipertensi

Sebarkan artikel ini
polusi suara
Ilustrasi: tvonenews.

Bukan hanya polusi udara, namun polusi suara dari kendaraan juga berpengaruh buruk bagi kesehatan.

BARISAN.CO – Dari mencemari lingkungan hingga merusak kesehatan, kualitas udara yang buruk menjadi tantangan global utama saat ini. Tidak ada yang kebal terhadap efek negatif dari polusi udara, tetapi banyak yang menganggap, beban bersama ini tidak memengaruhi kehidupan mereka.

Mengurangi polusi udara akan membatasi pemanasan global, yang mana akan memperlambat laju perubahan iklim dan membantu membatasi pemanasan hingga 1,5C.

Selain itu, di seluruh dunia, 9 dari 10 orang menghirup udara kotor yang merusak kesehatan. Partikel tersebut tidak terlihat, namun menembus setiap sel dan organ dalam tubuh kita yang bisa menyebabkan penyakit akut kronis, termasuk asma, stroke, serangan jantung, dan demensia.

Polusi udara luar ruangan juga telah menyebabkan jutaan orang mengalami kematian dini setiap tahun.

Anak-anak dan semua generasi mendatang berhak menghirup udara yang bebas dari polusi beracun. Sayangnya, banyak anak yang sejak bayi telah menghirup udara yang tercemar sejak napas pertamanya.

Sialnya, banyak kota di dunia di dunia yang lebih memprioritaskan pergerakan mobil daripada manusia. Pada tahun 2050, 60 persen populasi dunia diproyeksikan tinggal di perkotaan. namun, hanya setengah dari populasi perkotaan yang memiliki akses mudah ke transportasi umum.

Bagaimana kota dirancang, bagaimana penghuninya berpergian akan menentukan kualitas udara yang dihirup, serta kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan mereka.

Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan, polusi suara dari kendaraan dan lalu lintas juga dapat memicu peningkatan tekanan darah. Studi itu menemukan, mereka yang tinggal dalam jangkauan pendengaran sirene yang meraung dan bunyi klakson mobil sepanjang hari harus memperhatikan temuan ini.

Sementara pekerjaan sebelumnya telah menetapkan hubungan antara lalu lintas jalan yang bising dan peningkatan risiko hipertensi, bukti kuat masih kurang, dan sebagian besar masih belum jelas apakah kebisingan atau polusi udara memainkan peran yang lebih besar. Karya terbaru ini menegaskan, paparan kebisingan lalu lintas jalan secara khusus dapat meningkatkan risiko hipertensi.

“Kami sedikit terkejut adanya hubungan antara kebisingan lalu lintas jalan dan hipertensi sangat kuat bahkan setelah disesuaikan untuk polusi udara,” kata penulis utama Jing Huang, asisten profesor di Departemen Ilmu Kesehatan Kerja dan Lingkungan di Universitas Peking dalam rilis media.

Studi sebelumnya yang berfokus pada masalah ini bersifat cross-sectional artinya kebisingan lalu lintas dan hipertensi terkait, namun gagal membangun hubungan sebab akibat. Untuk proyek terbaru ini, penulis studi menyusun studi prospektif menggunakan data UK Biobank yang mencakup hasil kesehatan dari waktu ke waktu.

Kombo Mematikan Polusi Suara dan Udara

Kumpulan data yang dianalisis mencakup lebih dari 240.000 orang (berusia 40 hingga 69 tahun) yang memulai tanpa hipertensi. Kemudian, kebisingan lalu lintas jalan diperkirakan menurut alamat tempat tinggal yang diberikan dan Metode Penilaian Kebisingan Umum, alat pemodelan Eropa.

Selanjutnya, dengan menggunakan data tindak lanjut selama sekitar delapan tahun, penulis penelitian memastikan berapa banyak orang yang mengembangkan hipertensi. Selain menemukan orang yang tinggal di dekat lalu lintas jalan raya lebih cenderung memiliki tekanan darah tinggi, mereka juga mencatat bahwa risiko terus meningkat seiring dengan “dosis” kebisingan.