Lingkungan

Polusi Udara Bisa Kurangi Usia Harapan Hidup, Bakal Banyak Warga RI Mati Muda?

Anatasia Wahyudi
×

Polusi Udara Bisa Kurangi Usia Harapan Hidup, Bakal Banyak Warga RI Mati Muda?

Sebarkan artikel ini
harapan hidup
Ilustrasi: Shutterstock/Sudarshan Jha.

Sebagai negara paling berpolusi dunia, Chad memiliki harapan hidup lebih rendah daripada Indonesia dengan rata-rata 52 tahun berbanding 71,1 tahun.

BARISAN.CO – Udara bersih sangat penting bagi kesehatan makhluk hidup. Namun, perubahan iklim memperburuk kualitas udara di seluruh negeri dan di seluruh dunia, yang secara langsung membuat masyarakat semakin sakit dan mengurangi harapan hidup.

Menurut laporan IQAir, Chad menempati posisi pertama sebagai negara paling berpolusi udara di tahun 2022 dari 132 negara di dunia. Kemudian, Irak dan Pakistan menjadi negara paling berpolusi udara di dunia urutan kedua dan ketiga.

Di posisi keempat ada Bangladesh sebagai negara paling berpolusi udara di dunia. Lalu, bagaimana posisi Indonesia? Indonesia berada di posisi ke-26 di bawah Cina dan di atas Ghana.

Polisi udara ini memengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk harapan hidup manusia yang mana jika lebih panjang merupakan tanda masyarakat yang lebih sehat.

Polusi udara kini telah menjadi penyebab kematian terbesar keempat secara global dengan jumlah hampir 7 juta kematian.

Sementara, polusi udara yang sebagian besar disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil mengurangi 2,2 tahun rata-rata harapan hidup global, menurut laporan Institut Kebijakan Energi di Universitas Chicago (EPIC) tahun 2022 silam.

Sedangkan, Worldometers mengungkapkan, perempuan di Indonesia memiliki harapan hidup lebih lama ketimbang laki-laki yakni 73,3 tahun berbanding 69,0 tahun. Sementara, rata-rata baik perempuan dan laki-laki ialah 71,1 tahun.

Sebagai negara paling berpolusi dunia, Chad memiliki harapan hidup rata-rata 52 tahun. Tentu rata-rata itu jauh di bawah Indonesia.

Namun, jika dibandingkan dengan Polinesia Perancis yang menjadi salah satu negara dengan udara paling bersih, harapan hidup negara ini justru rata-rata mencapai 83,7 tahun.

Selain itu, polusi udara menyebabkan kerugian mencapai US$11 miliar atau sekitar 3,3 persen dari PDB global berdasarkan studi Greenpeace Asia Tenggara dan Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih (CREA).

Sedangkan, studi lain yang dipublikasi Jurnal Kesehatan Masyarakat mengungkapkan, estimasi besaran biaya ekonomi yang ditimbulkan konsentrasi PM10 di Indonesia terhadap kesehatan mencapai Rp373,1 triliun atau setara 5,03% dari PDB. Disebutkan juga, akibat polusi udara ini, masyarakat Indonesia harus menanggung biaya pencemaran sekitar Rp1,53 juta. [dmr]