Berita

Prabowo Belum Move On dari ‘Kekalahan’ di Ajang Debat, Pendukungnya Tuduh Anies & Ganjar Berkomplot

Avatar
×

Prabowo Belum Move On dari ‘Kekalahan’ di Ajang Debat, Pendukungnya Tuduh Anies & Ganjar Berkomplot

Sebarkan artikel ini
Prabowo
Ilustrasi: TKN Prabowo-Gibran.

TKN Prabowo-Gibran menuduh ada persekongkolan antara kubu Anies dan kubu Ganjar.

BARISAN.CO Prabowo Subianto mungkin belum bisa beranjak dari ‘kekalahannya’ di ajang debat ketiga pada Minggu (7/1/2024) kemarin. 

Sampai laporan ini diturunkan, Prabowo masih terpantau sering menyinggung capres lain dengan pilihan bahasa beritensitas tinggi, yang menurut banyak pihak mencerminkan suasana batinnya yang gagal menjuarai panggung debat.

Dalam berbagai kesempatan kampanye di hadapan para pendukungnya, Prabowo terus mengungkit kejadian kejadian-kejadian dalam debat. Ia juga menyematkan predikat ‘goblok’, ‘tolol’, dan ‘tukang hasut’ kepada capres lain.

Namun rupanya bukan hanya Prabowo saja yang belum bisa move on dari kekalahannya. Juri Ardiantoro, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, pun ikut mengkritik dua capres lain yang menurutnya telah ‘berkomplot’ membuat Prabowo babak belur pada ajang debat.

Juri Ardiantoro mengatakan, setengah menuduh, bahwa kubu Anies Baswedan dan kubu Ganjar Pranowo telah menjalin komunikasi secara formal dan informal. Dia menyatakan bahwa mereka berdua telah melakukan manuver politik.

Saat jumpa pers di Jalan Kertanegara Nomor 4, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Minggu (14/1/2024) kemarin, Juri menyatakan manuver para elite politik tidak selalu mencerminkan pilihan atau aspirasi masyarakat.

Nasdem Angkat Bicara

Cara komunikasi antara kubu Anies dan kubu Ganjar sebetulnya merupakan sesuatu yang sah dalam kontestasi Pemilu Presiden 2024, menurut Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali.

Ahmad Ali menampik anggapan jika Anies dan Ganjar sedang membangun persekongkolan. Ia menekankan, keduanya tidak memiliki kesepakatan untuk sama-sama mengkritik capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dalam debat.

“Kalau perdebatan kemarin jadi parameternya, maka itu bukan sesuatu yang direncanakan itu memang datang dari kondisional saat itu. Kebetulan yang sedang dibahas (soal pertahanan) dan di situ ada Menteri Pertahanan,” ujar Ali kepada wartawan.

“Kalau mungkin Pak Prabowo bukan Menteri Pertahanan akan lain ceritanya ya. Karena Pak Prabowo menteri pertahanan maka momentum itu dimanfaatkan bersama kan gitu,” tutur dia. 

Baginya, Anies dan Ganjar masih merupakan kompetitor di Pilpres 2024. Ia menyatakan, publik sebaiknya tak melihat sikap kritis keduanya pada Prabowo pada debat terakhir sebagai wujud persekongkolan. [dmr]