Esai

Prabowo-Gibran Adalah Jembatan Menuju Kebangkitan Indonesia

Edhie Prayitno Ige
×

Prabowo-Gibran Adalah Jembatan Menuju Kebangkitan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Prabowo-Gibran
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka

PEMILIHAN Presiden tinggal menghitung hari atau bahkan jam. Tak banyak waktu untuk membandingkan program, visi ataupun misi ketiga calon.

Dalam sempitnya waktu, saya mencoba merasionalisasi pikiran saya, kenapa Prabowo harus menang satu putaran. Ya, kenapa?

Tentu saja demi Indonesia Emas 2045. Sebuah era yang diyakini menempatkan Indonesia dalam baris depan negara-negara berpengaruh di dunia.

Mari kita lihat sejarah dunia. Sebuah peradaban akan berubah setelah memasuki era kegelapan.

Para pemikir menganggap Abad Pertengahan sebagai periode kemunduran budaya. Sebuah periode yang terjadi antara jatuhnya Roma kuno pada 476 M dan awal abad ke-14. Saat itu orang Eropa membuat sedikit kemajuan dalam sains dan seni.

Maka masa itu dikenal sebagai “Abad Kegelapan,” kehidupan pada masa itu digambarkan sebagai masa peperangan, kebodohan, kelaparan, dan pandemi seperti Black Death.

Dalam periode itu juga, sebagian besar pemikiran filsafat klasik banyak diabaikan atau dilupakan. Gerakan revitalisasi budaya pun muncul, dengan penekanan kembali pada literatur dan filosofi klasik.

Para pemikir di masa Renaisans mengagumi sastra, pembelajaran, dan politik dari Yunani kuno dan Roma, yang dilihat sebagai zaman dengan pencapaian tinggi.

Kunci untuk bangkit adalah melalui masa kegelapan. Tanpa kegelapan tak akan ada kebangkitan.

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, satu-satunya pasangan calon yang akan membawa Indonesia ke masa tersebut. Masa kegelapan. Sebuah masa yang akan mengantar Indonesia bangkit. Maka tak diragukan bahwa Prabowo-Gibran adalah yang paling layak dipilih.

“Saya sudah siap mati. Tapi sebelum mati, saya ingin melihat Indonesia jaya,” demikian pidato Prabowo.

Itulah sebabnya saya berani menyebut bahwa Prabowo siap mati dan membawa Indonesia menuju era kegelapan sehingga bisa tersadar dan bangkit menuju Indonesia Emas.

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sangat menghayati yang pernah dikatakan filsuf Lelouch Lamperouge. Hanya mereka yang tangannya kotor akan mampu mengubah dunia.

“Kau tidak bisa mengubah dunia tanpa mengotori tanganmu,” kata Lelouch Lamperouge.

Dibandingkan dua pasangan calon lainnya, bukankah Prabowo sudah terbukti jika tangannya kotor? Bukankah Gibran dan ayahnya juga sudah membuktikan tangan mereka kotor dan kotoran itu masih bisa kita lihat dan ikut rasakan di keputusan MK? Kurang kotor apa tangan mereka? Maka mari kita dukung habis-habisan Prabowo-Gibran yang menjadi satu-satunya kunci menuju kebangkitan Indonesia dengan membawa kita terlebih dulu ke era kegelapan. Salam 02 all in.***