Opini

Redesain Dakwah bagi Generasi Milenial

Achmad Fachrudin
×

Redesain Dakwah bagi Generasi Milenial

Sebarkan artikel ini
Achmad Fachrudin, Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas PTIQ

Idealnya adalah mampu melakukan dakwah secara hybrid (kombinasi dakwah konvensional dengan digital). Dan preseden semacam ini sudah banyak terjadi dan bisa diwujudkan. Jika ini dapat direalisasikan, imbasnya akan banyak mengalir tawaran dan undangan dakwah secara konvensional atau tatap muka. Biasanya tarif (ujrah) dari juru dakwah digital akan lebih besar dari pada juru dakwah konvensional.  Pengaruh media massa (televisi, media online dan Medsos) yang sedemikian rupa mengonstruksi dan framing terhadap juru dakwah digital, tidak kalah kecil andilnya dalam mendongkak popularitas, branding (citra) dan ‘isi tas’ juru dakwah.

Oleh karena tidak ada orang yang sempurna, maka diperlukan kolaborasi antara juru dakwah digital dengan juru dakwah konvensional. Syarat untuk bisa terwujud kolaborasi yang sinerjis, simetris dan win-win solution adalah kedua belah pihak harus memiliki kesamaan visi, tujuan dan bahkan kepentingan. Serta kesadaran untuk saling menutupi kekurangan dan memaksimalkan kelebihan masing-masing. Agar fondasi kolaborasi menjadi kuat dan berfungsi efektif, maka diperlukan dukungan manajemen atau institusionalisasi  dakwah yang juga harus dikelola secara profesional. Aspek terakhir menjadi problem dan salah satu kelemahan serius dalam dakwah Islam di Indonesia. [rif]