Jawabannya, karena ada fenotip yang memengaruhi, serta adanya kemauan keras mereka dalam belajar. Maka, benarlah nasehat Phytagoras bahwa keberhasilan seseorang ditentukan oleh sepersepuluh (10%) genotip dan sisanya (90%) melalui fase pembelajaran. Dari sinilah pengader HMI dapat mengambil pelajaran untuk melakukan rekayasa kekaderan yang dimaksud itu. Menciptakan fenotip dalam sebuah stereotip tertentu, sehingga mampu merekayasa lahirnya genotip baru yang lebih maju.
Lalu apakah dengan begitu, akhirnya batu dapat dirubah menjadi kayu, besi menjadi emas, dan seterusnya? Tidak! Hukum alam tetap tak ditentang. Namun hukum alam juga tidaklah bersifat absolut. Manusia adalah makhluk kreatif yang bisa memanfaatkan segala peluang terbuka dari perubahan hukum alam.
Berbagai unsur dan karakter dapat dikombinasi, diracik, serta diolah hingga menghasilkan satu atau lebih unsur dan karakter baru (senyawa perubahan). Ukir, pahat, dan bentuklah unsur-unsur itu. Kelola, campur, dan posisikan karakter-karakter pada tempatnya sesuai kebutuhan perkaderan.
Arahkan kader-kader HMI ke tempat yang sesuai dengan talentanya. Bangkitkan keinginannya. Asah kemampuannya. Pada saat yang sama, masukkan mereka ke fenotip yang berbeda. Ajari mereka bertemu dengan dunia baru. Kader yang sense ke politik, seyogianya mendalami juga kebudayaan. Vak ekonomi, belajar pula filsafat dan pendidikan. Kader seni, mengenal pula matematika dan logika. Bakat teknik, bukan melulu nongkrong di basis teknologi, melainkan pula berinteraksi dengan ilmu sosial dan sebagainya.
Setidaknya, kader HMI bisa menjadi lebih bersifat universal, dan cerdas lantaran ditopang banyak dimensi keilmuan lainnya. Biarkan mereka tumbuh menurut jalur genotipnya, sekaligus benturkan dengan berbagai macam fenotip. Jangan menilai militansi dan intelektualitas secara monolitik.
Pun spiritualitas harus dikembangkan, kendati cara (mazhab) berislam mereka berbeda. Spiritual tak selalu diukur dari tingkat vertikal, tapi juga horizontal. Saleh pribadi mesti mewujud ke saleh sosial. Tanamkan benih bijak dalam perbedaan. Perbedaan spesies, namun tetap dalam satu genus karakteristik HMI.
Jatuh bangun adalah proses biasa bagi manusia, demikian pula bagi HMI. Peringatan Milad ke 66—yang jatuh 5 Februari 2013 ini—adalah satu siklus kecil bagi HMI agar dapat menapak kehidupan berikutnya. Di depan selalu ada hambatan dan persoalan. Hadapi semuanya dengan berani. Lagipula tiap kekeliruan yang ada, merupakan suatu proses yang tak mungkin dihindari. Hanya dibutuhkan sedikit kearifan dalam menghadapinya, maka hal tersebut mampu diolah menjadi bentuk kemajuan organisasi.
