Terkini

Riset Continuum: Politik “Cawe-Cawe” Jokowi, Presiden Harus Bersikap Netral

Lukni Maulana
×

Riset Continuum: Politik “Cawe-Cawe” Jokowi, Presiden Harus Bersikap Netral

Sebarkan artikel ini
Politik Cawe-Cawe Jokowi
Politik Cawe-Cawe Jokowi/Foto: Continuum

Riset Continuum menganalisa respons masyarakat tema Politik “Cawe-Cawe” Jokowi, 92% masyarakat di internet mengeluhkan tindakan Jokowi yang memanggil ketua umum partai politik ke istana Negara

BARISAN.CO – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil enam ketua umum partai politik ke Islam. Keenam partai tersebut masuk koalisi pemerintahan Jokowi, akan tetapi ada satu partai yakni Partai Nasdem yang tidak dipanggil ketua umumnya.

Surya Paloh sebagai ketua umum Partai Nasdem secara personal tidak diundang, tentu hal ini banyak pihak mempertanyakan terlebih lagi membicarakan Capres dan Cawapres.

Sebagaimana diketahui Partai Nasdem telah mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden.

Publik beranggapan bahwasanya pemanggilan ketua umum partai tersebut berkait erat dengan capres dan cawapres yang nantinya menggantikan Presiden Jokowi.

Hubungannya dengan kontes tahun politik saat ini, perusahaan riset Continuum menganalisa respons masyarakat menggunakan pendekatan big data dengan tema Politik “Cawe-Cawe” Jokowi.

Pemanggilan ketua umum partai politik oleh presiden menimbulkan 15 ribu perbincangan di internet

Berdasarkan data perbincangan media sosial yang dikumpulkan Continuum selama periode 28 April – 8 Mei 2023, 92% masyarakat di internet mengeluhkan tindakan Jokowi yang memanggil ketua umum partai politik ke istana Negara.

Sementara, 7,9% menyatakan hal yang wajar Presiden Jokowi memanggil ketua umum partai politik ke Istana negara.

Menurut Continuum, isi perbincangan media sosial terkait hubungannya dengan netralitas Presiden Jokowi 79.4% publik berpendapat presiden seharusnya bersikap netral, Minggu (14/05/2023)

Selain netral, Preisden Jokowi tak  gunakan istana untuk kepentingan pribadi. Bahkan adapula yang menyorot tindakan Jokowi yang tidak mengundang  Nasdem, seakan sedang  bermusuhan dan bukan bagian dari  koalisi.

Namun demikian sedikit perbincangan di media sosial kewajiban presiden harus cawe-cawe.

“Presiden memang  wajib cawe-cawe sesuai sumpah jabatannya presiden perlu ikut mengarahkan siapa saja para tokoh yang punya  semangat dan jiwa nasionalisme  untuk berlaga di pilpres 2024,” tulis Continuum dalam laporannya.

Lebih lanjut Continuum dalam laporannya menj

“Jangan sampai orang yang maju  capres justru orang yang akan  menjerumuskan dan merusak  Indonesia,” lanjutnya. [Luk]