Terkini

Rokok Filter dan Tipu Daya Industri

Anatasia Wahyudi
×

Rokok Filter dan Tipu Daya Industri

Sebarkan artikel ini
rokok filter
Ilustrasi: pixabay.

Di balik risiko kesehatan, biaya lingkungan dari filter rokok juga tidak dapat diabaikan.

BARISAN.CO – Lebih dari sepertiga perokok (33,2%) saat ini secara keliru memercayai kalau filter rokok kurang berbahaya, menurut penelitian Truth Initiatives keluaran Tobacco Control. Secara keseluruhan, hampir seperempat responden (23%) memegang keyakinan ini.

Hal ini menunjukkan, perlunya pendidikan bagi perokok khususnya bahwa filter tidak membuat rokok lebih aman. Filter tidak melindungi perokok dari bahan kimia yang buruk. Bahkan, dalam beberapa hal, rokok filter mungkin lebih berbahaya.

Pada medio 1950-an, publik luas masih merokok tanpa filter. Saat itu, berkembang persepsi rokok tidak berbahaya, sebelum akhirnya muncul studi medis pertama yang menyebut rokok menyebabkan kanker paru-paru.

Demi usaha untuk bertahan dari guncangan, perusahaan-perusahaan rokok lantas mulai berinovasi dengan menciptakan filter. Idenya ialah menyaring tar dan nikotin agar lebih aman, yang membuat rokok filter kemudian mendominasi pasar.

Produksi roko filter meningkat dari 0,5 persen pada tahun 1950 menjadi 87,7 persen pada tahun 1975. Bukan itu saja, pengeluaran industri untuk periklanan meningkat dari US$55 juta pada tahun 1952 menjadi sekitar US$150 juta pada tahun 1959.

Selang beberapa lama, keluar sebuah laporan dari US Surgeon General tahun 1964 tentang rokok dan kesehatan. Laporan itu menyimpulkan, merokok menyebabkan kanker paru-paru. Sama seperti studi pertama, studi kali ini juga menerima resistensi dari perusahaan rokok.

Philip Morris, salah satu raksasa industri rokok, mengklaim riset US Surgeon General melewatkan satu hal penting, yakni manfaat kesehatan dari produk filter. Pada tahun 1966, PM berusaha menandingi hasil riset dengan cara melakukan analisis pasar. Analisis ini kurang lebih berisi kampanye bahwa rokok filter adalah rokok kesehatan.

Kontroversi Rokok Filter

Hollingsworth & Vose Company atau H&V Specialties dari tahun 1952-1956 memproduksi rokok filter asbes crocidolite dengan merek Lorillard Tobacco Company “Kent Micronite”. Perusahaan ini berpendapat, asbes memberikan filtrasi yang lebih halus, tidak menyebabkan iritasi, dan memberi pengalaman merokok yang lebih menyenangkan.

Belakangan barulah diketahui kalau ternyata papatan asbes dapat menyebabkan kondisi kesehatan yang buruk, seperti kanker mesothelioma. Beberapa ahli juga percaya, asbes crocidolite adalah bentuk mineral paling berbahaya. Mereka yang berisiko terpapar bukan hanya konsumen, namun juga pekerjanya.

Bahkan, crocidolite disebut dapat menyebabkan lebih banyak penyakit seperti kanker stadium akhir daripada jenis asbes lainnya.

Efek merokok dengan filter telah menjadi bahan perdebatan banyak ahli. Beberapa penelitian menunjukkan, mengonsumsi rokok dengan filter dapat menyebabkan individu menghisap lebih dalam, berpotensi memungkinkan racun menembus lebih dalam ke paru-paru dan memperburuk bahaya yang disebabkannya. Sedangkan, dampak filter terkait merokok terus menjadi topik diskusi.

Namun begitu, sangat penting mengenali potensi bahaya merokok dan memprioritaskan kesejahteraan dengan mempertimbangkan alternatif yang lebih sehat dengan berhenti merokok.

Risiko Lingkungan

Di balik risiko kesehatan, biaya lingkungan dari filter rokok juga tidak dapat diabaikan. Dunia menghasilkan 4,5 triliun batang rokok yang dibuang setiap tahun. Ini menjadikannya barang yang paling banyak mengotori bumi.