Kesehatan

Sedekah dengan Sesungging Senyuman

Alfin Hidayat
×

Sedekah dengan Sesungging Senyuman

Sebarkan artikel ini
sedekah senyuman
Ilustrasi foto: Unsplash/Nick Fewings's

Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu” (HR. Tirmidzi)

BARISAN.CO – Melintas di jalanan yang panas membuat suhu tubuh meningkat, emosi pun kadang jadi mudah tersulut. Namun sebisa mungkin di bulan puasa ini tetaplah cooling down dimana pun berada bertemu dengan siapa pun saja. Ya setidaknya merekayasa suasana hati menjadi tidak sepanas cuaca siang hari. Terlebih bulan Ramadhan ini sudah memasuki awal musim kemarau, semakin menambah panas suasana. Bila tidak pandai menyiasati keadaan larutlah kita.

Maka marilah kita perbanyak melakukan berbagai macam jenis aktivitas bermuatan ibadah dengan salah satunya senyum. Ya, senyum kepada sesama akan bernilai sebagai sedekah. Tentu ini satu amalan ringan yang sungguh menyenangkan. Hanya sekedar senyum kepada orang lain namun bisa mendapat pahala.

Rasulullah SAW bersabda:

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Artinya:“Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah bagimu” (HR. Tirmidzi).

Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan tersenyum dan menampakkan muka manis di hadapan seorang muslim, yang hadits ini semakna dengan sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang lain, “Janganlah sekali-kali engkau menganggap remeh suatu perbuatan baik, meskipun (perbuatan baik itu) dengan engkau menjumpai saudaramu (sesama muslim) dengan wajah yang ceria” (HR. Muslim)

Juga menyehatkan

Ajaibnya, aktivitas senyum kepada sesame bukan hanya berbuah pahala, namun juga sehat untuk badan kita. Menurut laman Kementrian Kesehatan RI, berdasarkan penelitian mengenai efek tersenyum terhadap tubuh, pada saat tersenyum, maka hipotalamus mengaktifkan hipofisis (kelenjar pituitari) untuk mengeluarkan salah satu hormon endokrin yang berhubungan dengan emosi senang, yaitu hormon endorfin khususnya beta-endorphin.

Hipotalamus merupakan suatu daerah yang berada di dalam otak yang mengontrol banyak fungsi tubuh seperti makan, minum, fungsi dan perilaku seksual, tekanan darah dan ritme jantung, siklus tidur, dan status emosional (Hiller-Sturmhofel & Bartke, 1998 dalam Abdurachman, 2018).

Selain mengeluarkan endorfin, hormon lain yang juga dihasilkan akibat adanya aktivitas yang menimbulkan perasaan senang dan bahagia adalah serotonin dan dopamin.

Serotonin, ditemukan dan diisolasi oleh Maurice Rapport pada awal tahun 1948, yang secara khusus dikenal sebagai neurotransmitter yang mengatur kebahagiaan dan kecemasan, sedangkan dopamin dikenal sebagai pengatur dari pusat kesenangan dan penghargaan (Robertson, 2016 dalam Abdurachman, 2018).

Maka dengan tersenyum orang akan terhindar dari stress. Mereka yang secara alami sering tersenyum diketahui lebih cepat pulih dari depresi. Senyum juga memiliki kemampuan layaknya morfin dalam membantu meredakan stres dan mengurangi persepsi rasa sakit di otak.

Jika merasa sedih, cobalah tersenyum. Hal ini akan membantu membuka kesempatan agar suasana hati berubah menjadi lebih baik. Tersenyum dapat ‘menipu’ tubuh untuk meningkatkan suasana hati, karena tindakan tersebut sebenarnya mengaktifkan pesan saraf di otak. Senyum memicu pelepasan komunikasi saraf dan meningkatkan neuropeptida serta neurotransmiter. Sehingga, hal tersebut meningkatkan suasana hati.

Selanjutnya tersenyum juga dapat meningkatkan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Senyuman yang tulus bisa membantu sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi lebih efektif. Diperkirakan, ketika tersenyum, fungsi kekebalan tubuh meningkat akibat adanya perasaan rileks berkat pelepasan neurotransmiter tertentu.