Politik & Hukum

Sudirman Said Beberkan Sejumlah Upaya Penjegalan Terhadap Anies

Avatar
×

Sudirman Said Beberkan Sejumlah Upaya Penjegalan Terhadap Anies

Sebarkan artikel ini
Sudirman Said
Ilustrasi: Instagram/@sudirmansa1d.

Koalisi Perubahan tidak menampik adanya upaya penjegalan agar Anies gagal maju sebagai capres 2024.

BARISAN.CO Juru bicara Anies Baswedan dalam Tim 8 Koalisi Perubahan (KPP), Sudirman Said, menyebut upaya penjegalan Anies Baswedan untuk maju menjadi capres 2024 bukanlah isapan jempol.

Tanda-tanda kalau Anies akan dijegal pun disebut sudah terlihat. Sudirman Said mengklaim sudah terlalu banyak pihak yang menjalankan siasat demi siasat.

“Yang terasa sekarang apa? Misalnya, kan sudah jelas misalnya perkara Formula E (dugaan kurupsi Proyek Formula E di DKI Jakarta) diulang-ulang terus (kasusnya diungkit KPK),” ujarnya di sekretariat Koalisi Perubahan, Jalan Brawijaya X Nomor 46, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (7/6/2023).

Sudirman meyakini, dalam kasus itu, meskipun gelar perkara dilakukan berkali-kali, KPK tidak akan menemukan bukti soal korupsi tersebut.

“Walaupun 19 kami gelar perkara itu tidak ada bukti itu dan dicari hal-hal yang tidak-tidak lainnya,” kata Sudirman.

Sudirman juga melihat aksi penjegalan juga dilakukan dengan misalnya upaya menggembosi partai pendukung. Demokrat dan Nasdem, kata dia, mengalami tantangan berat yang berhadapan dengan hukum.

“Begitupun PKS (Partai yang juga tergabung dalam Koalisi Perubahan) disebutkan oleh banyak pihak. Jadi memang Pak Aniesnya maupun partai-partai koalisinya mengalami iming-iming, tarikan-tarikan, godaan, tekanan itu terasa,” ungkap Sudirman.

Diketahui, saat ini Partai Demokrat harus dihadapkan dengan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung (MA) yang diajukan oleh Kepala Kantor Staff Kepresidenan (KSP) Moeldoko. Dalam PK tersebut Moeldoko hendak mengambil alih kepengurusan Partai Demokrat.

Adapun terhadap Nasdem, Sudirman mengatakan, upaya penjegalan juga terjadi lewat penetapan tersangka terhadap eks Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johny G Plate dalam kasus dugaan korupsi menara BTS.

“Ini memang sesuatu yang nyata (isu penjegalan Anies), dan ini sebetulnya hal yang ya memang kompetisi begitulah, cuma kalau sampai tekanan-tekanan itu menggunakan instrumen negara, itu yang kita tidak bisa terima, karena pemimpin negara itu memang ditugaskan mengurus rakyat seluruhnya termasuk yang mau ikut dalam kompetisi ini,” katanya.

Pemerintah tidak cawe-cawe

Koalisi Perubahan banyak mengalamatkan upaya penjegalan tersebut kepada pemerintah. Namun, pemerintah menegaskan sebaliknya.

Menko Polhukam Mahfud MD, dalam satu kesempatan, menegaskan tidak ada upaya jegal-menjegal dari pemerintah terhadap Anies Baswedan.

“Ndak ada menjegal, malah saya katakan kepada dia (Anies), kamu harus usahakan di dalam berbagai forum agar koalisi yang mendukung Anies itu kompak, agar Anies tidak dijegal oleh internalnya sendiri,” kata Mahfud saat peringatan Hari Lahir Pancasila di Ende, NTT, Kamis (1/6/2023).

Mahfud mengatakan, pemerintah saat ini justru sedang fokus agar pemilu nanti berjalan jujur dan adil. Sebab semua calon yang berlaga memiliki hak yang sama rata untuk maju dan dipilih.

“Kita lindungi haknya,” katanya. [dmr]