Edukasi

Tazkiyatun Nafs Menurut Al-Quran, Berikut Pandangan Ustadz Adi Hidayat

Lukni Maulana
×

Tazkiyatun Nafs Menurut Al-Quran, Berikut Pandangan Ustadz Adi Hidayat

Sebarkan artikel ini
Tazkiyatun Nafs
Ilustrasi: Pexels.com/Shahid Sultan

Tazkiyatun Nafs secara harfiah berarti penyucian jiwa atau “pembersihan diri yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt

BARISAN.CO – Tazkiyatun Nafs atau pensucian jiwa adalah membersihkan jiwa dari sifat-sifat tercela dan mengisinya dengan sifat-sifat terpuji. Konsep ini merupakan proses spiritual dimana seorang hamba berupaya untuk membersihkan, memurnikan, dan mengembangkan jiwa mereka agar lebih dekat dengan Allah serta mencapai keseimbangan dalam menjalani kehidupan ini.

Menurut Ustadz Adi Hidayat ayat-ayat Al-Quran pertama kali mengajarkan tazkiyatun nafs itu bukan mengobati penyakit atau bukan mengeluarkan duri yang kotor pada jiwa, tapi mencegah yang kotor supaya tidak masuk ke hati.

“Kebanyakan materi tazkiyatun nafs yang dibahas di berbagai tempat itu bagaimana mengeluarkan sifat buruk dalam hati,” terangnya.

Lebih lanjut Ustadz Adi Hidayat  menyampaikan tapi kata Quran petunjuk sebelum dikeluarkan sebetulnya cegah dulu sepaya yang jelek tidak masuk ke dalam diri.

“Kalau Anda sudah bisa mencegahnya, kenapa mesti mengeluarkannya,” jelasnya.

Tazkiyatun Nafs melibatkan refleksi dan introspeksi diri yang mendalam, serta upaya untuk mengatasi kelemahan dan keburukan internal seperti penyakit hati, dorongan-dorongan negatif, dan kecenderungan-kecenderungan buruk.

Tujuannya adalah untuk mencapai kesempurnaan moral dan spiritual serta mengembangkan karakter yang saleh yakni memiliki jiwa yang murni atau suci.

Ayat-Ayat tentang Tazkiyatun Nafs

Berikut ini ayat-ayat Al-Quran tentang tazkiyatun nafs:

1. Surah Al-A’raf ayat 205

وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ

Artinya: “Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.”

2. Surah Al-Kahfi ayat 74

فَٱنطَلَقَا حَتَّىٰٓ إِذَا لَقِيَا غُلَٰمًا فَقَتَلَهُۥ قَالَ أَقَتَلْتَ نَفْسًا زَكِيَّةًۢ بِغَيْرِ نَفْسٍ لَّقَدْ جِئْتَ شَيْـًٔا نُّكْرًا

Artinya: “Maka berjalanlah keduanya; hingga tatkala keduanya berjumpa dengan seorang anak, maka Khidhr membunuhnya. Musa berkata: “Mengapa kamu membunuh jiwa yang bersih, bukan karena dia membunuh orang lain? Sesungguhnya kamu telah melakukan suatu yang mungkar.”

3. Surah Maryat ayat 19

قَالَ إِنَّمَآ أَنَا۠ رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَٰمًا زَكِيًّا

Artinya: Ia (jibril) berkata: “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.”

5. Surah Asy-Syam ayat 10

وَقَدْ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا

Artinya: “Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.”

6. Surah An-Naziat ayat 18

فَقُلْ هَلْ لَكَ إِلَىٰ أَنْ تَزَكَّىٰ

Artinya: “dan katakanlah (kepada Fir’aun): “Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan).

7. Surah Fatir ayat 18

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ وَإِن تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَىٰ حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَىْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰٓ ۗ إِنَّمَا تُنذِرُ ٱلَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِٱلْغَيْبِ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ ۚ وَمَن تَزَكَّىٰ فَإِنَّمَا يَتَزَكَّىٰ لِنَفْسِهِۦ ۚ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ

Artinya: “Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memikul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihat-Nya dan mereka mendirikan sembahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).”