Berita

Tim Hukum AMIN Bantah Bakal Bela Aulia Rakhman

Anatasia Wahyudi
×

Tim Hukum AMIN Bantah Bakal Bela Aulia Rakhman

Sebarkan artikel ini
Billy David Nerotumelina

Andi menyampaikan, pada prinsipnya Timnas AMIN tidak mentolerir apabila tim sukses maupun simpatisan AMIN yang secara sah dan sengaja melakukan perbuatan tindak pidana apalagi aksi penghinaan terhadap agama.

BARISAN.CO – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung telah menetapkan komika Aulia Rakhman sebagai tersangka dalam kasus dugaan penghinaan agama sesuai Pasal 156 huruf a KUHP tentang penodaan agama subsider Pasal 156 KUHP tentang ujaran kebencian terhadap suatu golongan. Aulia Rakhman pada acara Desak Anies di Lampung, Kamis (7/12/2023) diduga menghina nama Nabi Muhammad SAW.

Dilansir dari Antara, Juru Bicara Timnas AMIN Billy David Nerotumelina menyampaikan, tim hukum Timnas AMIN siap memberikan bantuan. Bantuan itu berupa memberikan keterangan serta mempersiapkan bahan-bahan, langkah dan strategi jika ada eskalasi proses hukum.

Bantuan itu kemudian menjadi gorengan di tengah masyarakat saat ini seolah Timnas AMIN bakal membela Aulia Rakhman. Namun, Wakil Sekretaris Jenderal Tim Hukum Timnas AMIN, Andi Syahputra membantah kabar miring tersebut.

Andi menyampaikan, pada prinsipnya Timnas AMIN tidak mentolerir apabila tim sukses maupun simpatisan AMIN yang secara sah dan sengaja melakukan perbuatan tindak pidana apalagi aksi penghinaan terhadap agama.

“Terhadap materi dan ucapan pelaku, tentu kami akan mendalaminya terlebih dahulu sejauh mana frasa yang dinilai telah memenuhi unsur delik penghinaan itu atas dasar kesengajaan atau ucapan yang dilakukan secara spontan saja. Umpamanya, untuk kondisi saat ini frasa ‘Muhammad’ yang sudah banyak disandingkan dengan nama depan seseorang tak secara langsung asosiasi publik merujuk pada Nabi Muhammad SAW,” kata Andi kepada Barisanco, Senin (11/12/2023).

Boleh jadi, kata Andi, materi dan ucapan pelaku hanya sindiran terhadap semua orang yang namanya depan menggunakan frasa ‘Muhammad’ yang melakukan perbuatan-perbuatan tercela.

“Untuk itu Tim Hukum Nasional AMIN akan mendalaminya kasus posisinya terlebih dahulu sebelum memberi bantuan hukum kepada pelaku,” terang Andi.

Sebelumnya, Billy menyebut, kasus ini menjadi bahan evaluasi kurasi materi guna menghindari kejadiaan serupa. [Yat]